Dolar AS Menguat Jelang Jackson Hole, Pasar Menanti Arah Kebijakan The Fed
Dolar AS (USD) menguat pada hari Rabu, dengan Indeks Dolar AS (DXY) naik menuju level 99,20 setelah para pelaku pasar mulai menutup posisi menjelang Simposium Jackson Hole. Penguatan Greenback juga didukung oleh membaiknya sentimen risiko setelah muncul laporan mengenai kemungkinan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuka kembali Selat Hormuz. Perkembangan tersebut mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti Emas, sementara Dolar memperoleh dukungan dari meningkatnya optimisme pasar.
Pergerakan mata uang utama cenderung mencerminkan penguatan USD. EURUSD terkoreksi menuju pertengahan 1,1600-an karena investor bersikap hati-hati menjelang publikasi Risalah Pertemuan Kebijakan Moneter European Central Bank (ECB). GBPUSD juga melemah dan kembali berada di bawah 1,3600. Sementara itu, USDJPY bertahan di atas level 159,00 menjelang publikasi data inflasi Tokyo. Berbeda dengan mayoritas mata uang utama, AUDUSD masih mampu mempertahankan kenaikan tipis di area 0,7100-an setelah data inflasi Australia yang lebih tinggi dari perkiraan meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA).
Di pasar komoditas, Emas mengalami tekanan setelah meredanya ketegangan geopolitik mengurangi permintaan terhadap aset safe haven. Harga XAUUSD turun dan diperdagangkan di sekitar US$4.600 per troy ounce, diperburuk oleh penguatan Dolar AS. Sebaliknya, harga minyak WTI justru bergerak lebih tinggi dan kembali menembus US$82,00 per barel. Pergerakan minyak menunjukkan bahwa meskipun risiko geopolitik mulai mereda, pasar masih memperhatikan perkembangan pasokan dan stabilitas jalur perdagangan energi, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Perhatian pasar pada sesi Asia akan tertuju pada data Belanja Modal Swasta Australia kuartal kedua yang diperkirakan melambat setelah pertumbuhan kuat sebelumnya. Data tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan Dolar Australia setelah penguatan yang didorong oleh inflasi Australia yang lebih tinggi dari perkiraan. Sementara itu, sesi Eropa akan menghadirkan Risalah Pertemuan Kebijakan Moneter ECB yang akan menjadi sumber informasi penting mengenai arah suku bunga ke depan. Keyakinan Konsumen GfK Jerman juga akan menjadi perhatian untuk menilai kondisi ekonomi kawasan Eropa.
Namun, agenda terpenting pekan ini tetap berada di Amerika Serikat dan Jackson Hole. Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS diperkirakan meningkat tipis menjadi sekitar 208 ribu, tetapi perhatian utama tertuju pada pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole. Pernyataan Warsh berpotensi menjadi katalis utama bagi Dolar AS, terutama apabila memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga selanjutnya. Dengan posisi DXY yang kembali mendekati 99,20, pasar perlu mencermati apakah penguatan ini mampu berlanjut atau justru kembali menghadapi tekanan setelah pidato The Fed.
sumber : fxstreet
