Data Tingkat Menegah AS dan Pidato Powell Dapat Meningkatkan Volatilitas

Dolar AS (USD) kehilangan kekuatannya menyusul aksi bullish yang terlihat di awal minggu, dengan Indeks USD menutup hari hampir tidak berubah pada hari Rabu. Pasar relatif tenang pada Kamis pagi karena fokus beralih ke data Klaim Pengangguran Awal mingguan dari AS. Di sesi Amerika nanti, Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell akan berpartisipasi di panel International Monetary Fund (IMF) bertajuk ‘Tantangan kebijakan moneter dalam perekonomian global.’ Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde juga dijadwalkan menyampaikan pidato.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10-tahun turun lebih dari 1,5% pada hari Rabu dan menyebabkan USD melemah terhadap mata uang utama lainnya. Sementara itu, indeks utama Wall Street mengakhiri hari hampir tidak berubah. Di pagi Eropa, indeks saham berjangkas AS diperdagangkan bervariasi.

Menyusul aksi ragu-ragu pada hari Rabu, EUR/USD tampaknya telah stabil sedikit di atas 1,0700 pada Kamis pagi. Data dari kawasan Euro menunjukkan pada hari Rabu bahwa Penjualan Ritel turun 2,9% pada basis tahunan di bulan September.

GBP/USD menunjukkan rebound pada paruh kedua hari dan menghapus penurunan hariannya dan ditutup datar sedikit di bawah 1,2300 pada hari Rabu. Di sesi Eropa pada hari Kamis, pasangan mata uang ini bergerak sideways di dekat 1,2300.

Dalam risalah pertemuan kebijakan bulan Oktober, Bank of Canada mencatat beberapa anggota merasa bahwa kemungkinan besar suku bunga kebijakan perlu dinaikkan lebih lanjut untuk mengembalikan inflasi ke target. Namun Dolar Kanada gagal memanfaatkan pernyataan hawkish ini dan terus melemah di tengah jatuhnya harga minyak mentah. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 2% pada pertengahan minggu dan turun ke level terendah sejak Juli di bawah $76. USD/CAD menutup hari ketiga berturut-turut di wilayah positif pada hari Rabu sebelum memasuki fase konsolidasi sedikit di bawah 1,3800 pada hari Kamis.

USD/JPY mempertahankan momentum bullish dan mencatatkan kenaikan pada hari Rabu. Pasangan mata uang ini tetap relatif tenang di sekitar 151,00 pada Kamis pagi. Bank of Japan mengulangi dalam Ringkasan Pendapatnya bahwa mereka akan “melanjutkan kerangka pengendalian kurva imbal hasil dan kebijakan suku bunga negatif, setidaknya selama diperlukan untuk menjaga target stabilitas harga 2% secara stabil.”

Koreksi ke bawah Emas mempercepat laju pada hari Rabu, dengan XAU/USD merosot ke level terlemah dalam hampir tiga minggu di $1.947. Di pagi Eropa, pasangan ini mengkonsolidasikan penurunan mingguannya di sekitar di bawah $1.950.


sumber : fxstreet