CPI AS Sesuai Ekspektasi, Dolar Stabil Menjelang PPI
Pasar keuangan bergerak relatif tenang pada awal perdagangan Kamis, dengan pasangan mata uang utama masih berada dalam kisaran mingguan yang terbatas. Perhatian investor kini beralih ke data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS untuk Juli yang akan dirilis pada sesi Amerika Serikat.
Data CPI AS yang dirilis Rabu menunjukkan inflasi tahunan melandai menjadi 3,4% pada Juli dari 3,5% pada Juni. Secara bulanan, CPI meningkat 0,1% setelah turun 0,4% pada bulan sebelumnya. Sementara itu, CPI inti naik 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan, seluruhnya sesuai dengan ekspektasi pasar. Hasil tersebut tidak memberikan kejutan besar sehingga respons pasar relatif terbatas.
Indeks Dolar AS (DXY) sempat melemah pada Rabu sebelum kembali berkonsolidasi di dekat level 100,00 pada Kamis. Investor menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September menjadi sekitar 40%. Namun, sebagian analis masih mempertahankan pandangan bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga pada September karena data inflasi dan ketenagakerjaan terbaru belum sepenuhnya menghilangkan risiko inflasi dalam jangka panjang.
Dari Inggris, data menunjukkan PDB tumbuh 1,2% secara tahunan pada kuartal II, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 1,1%. Namun, Produksi Industri dan Produksi Manufaktur masing-masing mengalami kontraksi 0,2% dan 0,5% secara bulanan. Data yang beragam tersebut membuat GBPUSD sedikit melemah dan terakhir diperdagangkan di sekitar 1,3485. Sementara itu, USDJPY masih bergerak sideways di bawah 159,50, sedangkan Emas terkoreksi dari level US$4.400 dan diperdagangkan di sekitar US$4.370 per troy ounce.
Di pasar energi, WTI bergerak relatif datar di sekitar US$82 per barel karena ketidakpastian terkait situasi di Selat Hormuz masih berlangsung. Menurut TD Securities, kenaikan harga minyak berpotensi kembali meningkatkan tekanan inflasi, sehingga peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember tetap terbuka. Kondisi tersebut dapat membuat pasar menyesuaikan kembali ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dan turut memengaruhi pergerakan Dolar AS serta harga emas.
sumber : fxstreet
