BOJ Tahan Bunga Acuan, Deal Akuisisi Activision, Mogok UAW - Hal-hal Inilah yang Gerakkan Pasar

Bank of Japan mempertahankan sikap kebijakan moneter yang sangat akomodatif, memberi tekanan yen, sementara saham-saham AS akan catat pelemahan mingguan yang cukup besar setelah kecenderungan hawkish Federal Reserve. Microsoft (NASDAQ:MSFT) bisa segera dapat persetujuan Inggris untuk membeli Activision, sedangkan aksi mogok kerja UAW dapat diperluas semakin dekat.


1. Futures naik tapi akan turun minggu ini

Saham futures AS naik tipis pada hari Jumat, tetapi berada di jalur untuk raih pelemahan mingguan yang cukup besar setelah Federal Reserve isyaratkan suku bunga akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.


Pukul 15.45 WIB, Dow futures cenderung stabil, S&P 500 futures naik tipis 6 poin atau 0,1%, dan Nasdaq 100 futures naik 45 poin atau 0,3%.


Sikap hawkish dari bank sentral AS mengakibatkan yields obligasi melonjak, dengan Treasury yield 10 tahun naik ke level tertinggi 2007.


Ini telah menekan sektor teknologi yang memiliki utang besar. Nasdaq Composite akan turun 3,5% minggu ini dan akan menjadi pekan terburuk sejak bulan Maret.


Indeks bluechip Dow turun 1,6% sepanjang minggu ini, sementara indeks S&P 500 saat ini akan turun sebesar 2,7%.


Rangkaian data ekonomi AS akan berpusat pada laporan purchasing managers index bulan September pada Jumat, di mana indeks manufaktur S&P Global AS diharap akan menunjukkan angka 48, masih dalam wilayah kontraksi, sementara indeks layanan diperkirakan akan berada di angka 50,6.


Data yang sama dirilis sebelumnya di Eropa indikasikan bahwa ekonomi zona euro kemungkinan akan berkontraksi pada kuartal ketiga, di mana indeks komposit flash mencapai 47,1 di bulan September, sedikit meningkat dari titik terendah 33 bulan Agustus sebesar 46,7.


2. BOJ pertahankan sikap ultra-dovish, yen turun

Bank of Japan menahan suku bunga acuan jangka pendek di level negatif pada hari Jumat, dan mengatakan bahwa akan melanjutkan laju pembelian aset dan kontrol kurva yield untuk merangsang perekonomian.


Dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan keputusan tersebut, BOJ mengulangi janjinya untuk mempertahankan kebijakan moneter sangat longgar “selama diperlukan untuk mempertahankan target (inflasi 2%) secara stabil.”


Meskipun hal ini telah diperkirakan secara luas, hal ini mengikuti komentar terbaru dari Gubernur Kazuo Ueda yang mengindikasikan bahwa bank sentral tengah mempertimbangkan untuk beralih dari rezim suku bunga negatif, menyusul naiknya upah dan inflasi.


Data yang dirilis hari Jumat sebelumnya menunjukkan bahwa indeks harga konsumen berada di atas target 2% BOJ selama 17 bulan berturut-turut, sementara angka inti yang tidak termasuk harga makanan segar dan bahan bakar mencapai level tertinggi lebih dari 40 tahun terakhir.


Yields obligasi 10 tahun Jepang turun hampir 2% setelah pengumuman BOJ, sementara yen Jepang melemah 0,5% terhadap dolar AS, diperdagangkan mendekati level terendah 10 bulan di ¥148,30, pada pukul 15.45 WIB.


Pelemahan yen ini mendorong Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki untuk mengatakan bahwa ia tidak akan mengesampingkan opsi apa pun, mengingat pentingnya perdagangan bagi perekonomian Jepang.


“Kami mengamati mata uang dengan tingkat urgensi yang tinggi,” kata Suzuki.


Otoritas Jepang melakukan intervensi di pasar mata uang pada bulan September dan Oktober lalu, membeli mata uang Jepang di level sekitar ¥145 dan ¥150.


3. Inggris akan setujui akuisisi Microsoft/Activision

Potensi akuisisi Microsoft terhadap Activision Blizzard (NASDAQ:ATVI) mendapat dorongan pada hari Jumat, setelah regulator antimonopoli Inggris mengatakan bahwa proposal yang diperbaiki, yang diajukan pada bulan Agustus, “membuka peluang untuk kesepakatan tersebut disetujui.”


Akuisisi senilai $69 miliar itu diblokir pada bulan April oleh regulator persaingan usaha Inggris, yang khawatir Microsoft akan mendominasi pasar cloud gaming yang tengah berkembang dengan pembelian tersebut.


Raksasa teknologi AS ini kemudian mencoba mengurangi kekhawatiran dengan mengajukan divestasi hak-hak cloud untuk game-game Activision yang sudah ada, termasuk “Call of Duty” yang populer, serta game-game baru dalam kurun waktu 15 tahun ke depan, kepada penerbit game asal Prancis, Ubisoft Entertainment (EPA:UBIP).


Divestasi Ubisoft “secara substansial menjawab kekhawatiran-kekhawatiran sebelumnya,” ujar Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris dalam sebuah pernyataan.


4. Aksi mogok kerja otomotif bisa diperluas

Aksi mogok yang mempengaruhi produsen mobil Detroit Three dapat diperluas pada hari Jumat nanti kecuali jika perjanjian tenaga kerja baru dapat disepakati sebelum batas waktu pukul 23.00 WIB yang diberikan oleh serikat pekerja UAW.


Serikat pekerja mobil tersebut minggu lalu menggelar mogok serentak di masing-masing pabrik perakitan baik General Motors (NYSE:GM), Ford (NYSE:F) dan induk Chrysler, Stellantis (NYSE:STLA) di Missouri, Michigan, dan Ohio, yang memproduksi Ford Bronco, Jeep Wrangler, dan Chevrolet Colorado, di samping model-model populer lainnya.


Presiden UAW Shawn Fain akan berbicara selama dua jam sebelum tenggat waktu itu, memaparkan pabrik-pabrik yang akan bergabung dalam aksi pemogokan jika kesepakatan belum tercapai.


Para analis memperkirakan pemogokan yang lebih luas akan mencakup pabrik-pabrik yang membuat truk-truk pikap yang sangat menguntungkan seperti F-150 Ford, Chevy Silverado GM dan Ram dari Stellantis.


5. Minyak rebound setelah larangan ekspor Rusia

Harga minyak naik pada hari Jumat di tengah meningkatnya ekspektasi akan pasokan yang lebih ketat, tetapi berada di jalur penurunan mingguan pertamanya dalam empat minggu setelah warning the Fed mengenai kenaikan suku bunga AS menambah kekhawatiran akan penurunan permintaan di konsumen terbesar di dunia itu.


Berita bahwa Rusia telah melarang ekspor bensin dan diesel dengan segera untuk menstabilkan pasar bahan bakar domestik telah memberikan dorongan bagi pasar minyak mentah, karena hal ini memaksa buyers bahan bakar Rusia untuk berbelanja di tempat lain.


Hal itu menambah situasi pasokan yang sudah ketat di saat Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan mitranya mempertahankan pemangkasan produksi yang telah diumumkan sebelumnya.


Pada pukul 16.30 WIB, minyak WTI naik 0,7% di $90,28 per barel, sementara minyak Brent naik 0,5% menjadi $93,78.


Namun, keduanya akan catat kerugian kecil minggu ini, berpotensi mengakhiri tiga minggu positif yang telah mendorong harga ke level tertinggi 10 bulan di awal September.


sumber : investing



Disclaimer:


Analysis ini hanya sebuah informasi dan tidak ada keharusan untuk diikuti. Segala tindakan / keputusan yang anda ambil merupakan tanggung jawab penuh atas diri anda sendiri.