Indeks Dolar AS Melemah, Investor Tunggu Stimulus Tambahan


Indeks dolar AS mengurangi kerugiannya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah di awal sesi mencapai level terendah lebih dari dua tahun terhadap euro, tetapi tetap jatuh pada hari itu karena investor mempertimbangkan apakah kenaikan stimulus fiskal AS mungkin terjadi.

Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell memblokir pertimbangan segera tentang tindakan untuk meningkatkan pembayaran bantuan langsung tunai COVID-19 menjadi 2.000 dolar AS. Dia menyatakan Senat setidaknya akan membahasnya masalah tersebut.

“Dengan berlakunya pemerintahan Biden, Anda akan memiliki ekspektasi bahwa kita akan melihat upaya lain untuk lebih banyak stimulus, dan itulah mengapa menurut saya dolar memangkas kerugiannya tetapi sangat terbatas,” kata Analis Pasar Senior di OANDA Edward Moya dilansir dari Antara, Rabu (30/12/2020).

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya,turun 0,28% menjadi 89,99. Indeks bertahan tepat di atas level terendah dua setengah tahun di 89,72 yang dicapai pada 17 Desember.

Perdagangan tipis dengan banyak investor keluar antara liburan Natal dan Tahun Baru. Euro menguat 0,28% menjadi USD1,2251 setelah mencapai USD1,2274, terkuat sejak April 2018. Aussie naik 0,39% menjadi USD0,7610. Unit Aussie mencapai USD0,7639 pada 17 Desember, tertinggi sejak Juni 2018.

Greenback tergelincir 0,29% terhadap dolar Kanada menjadi 1,2810 dolar Kanada. Loonie mencapai USD1,2684 pada 17 Desember, yang terkuat sejak April 2018.

Investor bertaruh greenback akan terus menurun - anjlok 6,77% tahun ini - di tengah ekspektasi Federal Reserve akan menahan suku bunga mendekati nol dan ekonomi AS akan berjuang untuk pulih dari penutupan terkait virus corona.

Data yang dirilis oleh Commodity Futures Trading Commission pada Senin (28/12) menunjukkan pedagang meningkatkan taruhan terhadap dolar di pekan yang berakhir 21 Desember menjadi 26,6 miliar dolar AS. Itu merupakan yang tertinggi dalam tiga bulan, menurut perhitungan Reuters.

Faktor kunci tentang seberapa banyak stimulus yang akan datang juga akan menjadi persaingan lebih lanjut Senat Georgia bulan depan yang akan menentukan partai mana yang mengendalikan majelis atas AS.

Euro juga didukung pada Selasa (29/12) oleh kesepakatan perdagangan yang dicapai minggu lalu bagi Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Meskipun perjanjian tersebut tidak komprehensif, perjanjian tersebut menghindari hasil tanpa kesepakatan yang merusak.

Sterling naik 0,33% menjadi 1,3500 dolar setelah penurunan dua hari. Sterling mencapai 1,3625 dolar bulan ini, level yang tidak terlihat sejak Mei 2018, tetapi investor telah mengambil untung sejak kesepakatan perdagangan Brexit dibuat.


Sumber : okezone.com


Tinggalkan komentar:
GUEST
Te recomiendo una plataforma de envio masivos de mensajes via Whatsapp, ofrecen estrategias de marketing via Whatsapp y la famosa API de Whatsapp Business. Son especialistas en como enviar whatsapp masivos. Envie varias campanas de mensajes via whatsapp con exito. Visite > whatsmarketing.es enviar whatsapp masivo: Visite > whatsmarketing.es
GUEST
Te recomiendo una plataforma de envio masivos de mensajes via Whatsapp, ofrecen estrategias de marketing via Whatsapp y la famosa API de Whatsapp Business. Son especialistas en enviar whatsapp masivos. Envie varias campanas de mensajes via whatsapp con exito. Visite > whatsmarketing.es enviar whatsapp masivos: Visite > whatsmarketing.es

Perdagangan dalam CFD dan produk dengan leverage umumnya melibatkan potensi keuntungan yang besar dan juga risiko kerugian yang besar, anda bisa mendapatkan banyak dalam waktu yang lebih singkat, tetapi anda juga mungkin kehilangan semua modal yang diinvestasikan. Anda harus mendapatkan saran finansial, legal, perpajakan dan saran profesional lainnya sebelum bergabung dalam transaksi CFD untuk meyakinkan bahwa ini merupakan hal yang cocok dengan tujuan, kebutuhan dan keadaan anda.

Pakuwon Center
Superblock Tunjungan City
Office Building Lt. 15 Unit 5-7
Jl. Embong Malang No. 1, 3, 5
Surabaya 60261
0800 - 156 - 5758
+62 31 9924 8699