Selain Apple, Perusahaan AS ini Tersengat Pelemahan China


Banyak perusahaan besar, mulai dari perusahaan pembuat iPhone hingga pembuat mobil, yang menargetkan China sebagai pasarnya agar dapat terus tumbuh. Namun, perlambatan ekonomi China sekarang ini telah menjadi ancaman bagi pertumbuhan itu.
 
Apple bukan satu-satunya perusahaan yang bisa dirugikan oleh keadaan tersebut. Kemerosotan ekonomi China dapat merugikan berbagai perusahaan AS seperti General Motors, Volkswagen dan Starbucks, yang akan melaporkan pendapatan dalam beberapa minggu mendatang.
 
"Tahun ini berpotensi menjadi tahun yang sulit bagi merek-merek Barat," kata Benjamin Cavender, seorang analis dari perusahaan konsultasi yang berbasis di Shanghai, China Market Research Group.

Ekonomi China melambat setelah beberapa dekade mencatatkan ekspansi. Pertumbuhan pada tahun 2018 diperkirakan akan menjadi yang terlemah sejak tahun 1990, melansir CNN. Prospek untuk tahun ini bahkan lebih buruk, karena ada perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) dan pemerintah berusaha untuk mengekang utang yang tak terkendali.
 
Itu berarti masalah bagi perusahaan multinasional yang mengandalkan pasar China, yang sangat besar, dalam meningkatkan penjualan global mereka. Konsumen China mungkin akan kurang suka membelanjakan uangnya untuk ponsel atau tas mewah karena tengah berhemat.

Starbucks turut merasakan tekanan
 
Bukan hanya perusahaan teknologi yang cenderung tekanan. Harga latte Starbucks yang lebih murah daripada iPhone baru, tetapi rantai kopi terbesar Amerika tidak mungkin terhindar dari perlambatan ekonomi China. Perusahaan itu memiliki rencana ekspansi yang ambisius di China, pasar terbesar kedua Starbucks setelah Amerika Serikat, tetapi penjualannya di China pun melambat.
 
Perusahaan kopi itu dianggap sebagai merek mewah di negara ini, kata Nick Setyan, analis lain di Wedbush yang meliput bisnis restoran. Itu membuat Starbucks rentan jika konsumen memutuskan untuk mengurangi pengeluaran karena krisis ekonomi.
 
Masalahnya diperbesar karena perusahaan yang berbasis di Seattle itu juga menghadapi persaingan yang semakin ketat dari para pemain lokal, seperti Luckin Coffee, yang telah dengan cepat meningkatkan jumlah toko dan menjual kopi yang jauh lebih murah.

Pasar mobil cenderung semakin buruk

China telah menjadi sumber penjualan blockbuster untuk produsen mobil besar selama bertahun-tahun, karena pertumbuhan ekonomi yang cepat membuat penduduknya memiliki uang untuk dibelanjakan pada produk mewah yang bisa menjadi lambang kenaikan status.
 
Untuk beberapa perusahaan besar seperti General Motors dan Volkswagen, China telah mendatangkan lebih banyak pendapatan daripada Amerika Serikat atau Eropa. "Pasar China sangat penting bagi semua pembuat mobil," kata Tu Le, pendiri perusahaan riset Sino Auto Insights yang berbasis di Beijing.
 
Tetapi GM, VW, Jaguar Land Rover dan Ford merupakan beberapa dari banyak perusahaan yang melaporkan penurunan penjualan di Tiongkok tahun lalu karena ekonomi kehilangan momentum. Beberapa merek menyebut perang dagang dengan Amerika Serikat yang membuat pelanggannya berpikir dua kali sebelum membeli kendaraan baru.
 
Le berpikir bahwa Ford, VW, dan Tesla merupakan beberapa dari banyak produsen mobil Barat yang paling rentan terhadap perlambatan ekonomi China. Ford telah kesulitan menarik pelanggan di sana, sementara Tesla mengahdapi persaingan besar dari kendaraan listrik buatan China yang lebih murah.


Sumber : cnbcindonesia


Tinggalkan komentar:

Perdagangan dalam CFD dan produk dengan leverage umumnya melibatkan potensi keuntungan yang besar dan juga risiko kerugian yang besar, anda bisa mendapatkan banyak dalam waktu yang lebih singkat, tetapi anda juga mungkin kehilangan semua modal yang diinvestasikan. Anda harus mendapatkan saran finansial, legal, perpajakan dan saran profesional lainnya sebelum bergabung dalam transaksi CFD untuk meyakinkan bahwa ini merupakan hal yang cocok dengan tujuan, kebutuhan dan keadaan anda.

Pakuwon Center
Superblock Tunjungan City
Office Building Lt. 15 Unit 5-7
Jl. Embong Malang No. 1, 3, 5
Surabaya 60261
0800 - 156 - 5758
+62 31 9924 8699