Tak Cuma Saham, Harga Emas Bak Roller Coaster Gegara Corona


Usai terkoreksi cukup dalam, harga emas dunia di pasar spot menguat pagi ini. Pergerakan harga emas masih diiringi dengan sentimen pandemi corona (COVID-19) serta keperkasaan dolar Amerika Serikat (AS).

Harga emas sempat terpelanting kemarin, anjlok 2% ketika dolar AS menguat. Namun hari ini harga emas yang sudah jatuh serta pergerakan dolar AS yang stagnan membuat harga emas mulai merangkak naik.

Walau keluar dari level US$ 1.600/troy ons, harga emas naik 0,45% pada perdagangan waktu Asia pukul 09.15 WIB ke level US$ 1.576,61/troy ons. Dolar AS merupakan mata uang yang digunakan untuk transaksi logam mulia emas.

Kala dolar AS menguat, harga emas menjadi lebih mahal untuk pemegang mata uang asing. Hal ini tentu menjadi sentimen yang memberatkan harga emas untuk naik lebih tinggi. Harga emas kini bergerak dengan fluktuasi yang tinggi.

Sejak awal tahun rentang pergerakan harga emas sangat lebar. Harga emas berada di level tertingginya tahun ini pada 9 Maret 2020 di US$ 1.679,6/troy ons, menandai harga tertinggi dalam 7 tahun. Sementara harga emas berada di level terendah pada 19 Maret 2020 di US$ 1.469,8/troy ons.

Artinya hanya butuh waktu 10 hari saja untuk harga emas anjlok 12,5%. Maklum pada periode tersebut emas dilikuidasi oleh investor seiring dengan tekanan jual yang masif di bursa saham global. Emas harus dijual untuk menutup kerugian pada investasi lain dan margin calls.

Namun pada pekan lalu, harga emas kembali menemukan momentum untuk menguat usai duet maut Donald Trump & Jerome Powell bersiap melawan corona. Pekan lalu menjadi sejarah bagi Paman Sam.

Diawali dengan The Fed yang secara jor-joran memompa likuiditas ke perekonomian dengan membeli aset-aset keuangan seperti obligasi pemerintah AS, Efek Beragun Aset Property (RMBS), Obligasi korporasi rating layak investasi hingga Exchange Traded Fund (ETF) obligasi korporasi bernilai tak terbatas.

Hal ini langsung membuat dolar anjlok signifikan yang tercermin dari nilai indeks dolar yang tadinya berada di 102,817 pada 20 Maret 2020 menjadi 98,365 pada 27 Maret 2020. Emas pun mendapat momentum untuk menguat lagi lantaran harganya yang sudah murah ditambah makin murah dengan melemahnya dolar AS.

Tak mau ketinggalan, akhir pekan lalu Donald Trump juga menandatangani paket stimulus ekonomi paling besar dalam sejarah AS. Nilainya tak tanggung-tanggung mencapai US$ 2,2 triliun atau setara dengan 10% output perekonomian AS.

Semua hal tersebut dilakukan demi melawan musuh tak kasat mata yang mengancam nyawa dan perekonomian global. Gambaran ekonomi global ke depan masih suram. Dunia dibayangi resesi karena pandemi ini menyebabkan disrupsi pada rantai pasok dan menyebabkan pelemahan permintaan.

Kala ekonomi berada dalam kondisi yang tak kondusif, aset minim risiko seperti emas cenderung diburu. Hal ini membuat harganya terkerek naik. Namun harus tetap waspada lantaran harga emas bisa melorot kapan saja.

Seperti yang sudah-sudah harga emas anjlok dalam saat tekanan jual besar-besaran melanda bursa saham global. Artinya walau emas menyandang predikat safe haven, emas juga berfungsi sebagai sumber likuiditas yang bisa dijual kapan saja di tengah kondisi genting seperti sekarang ini.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20200401093120-17-148937/tak-cuma-saham-harga-emas-bak-roller-coaster-gegara-corona
Tinggalkan komentar:

Perdagangan dalam CFD dan produk dengan leverage umumnya melibatkan potensi keuntungan yang besar dan juga risiko kerugian yang besar, anda bisa mendapatkan banyak dalam waktu yang lebih singkat, tetapi anda juga mungkin kehilangan semua modal yang diinvestasikan. Anda harus mendapatkan saran finansial, legal, perpajakan dan saran profesional lainnya sebelum bergabung dalam transaksi CFD untuk meyakinkan bahwa ini merupakan hal yang cocok dengan tujuan, kebutuhan dan keadaan anda.

Pakuwon Center
Superblock Tunjungan City
Office Building Lt. 15 Unit 5-7
Jl. Embong Malang No. 1, 3, 5
Surabaya 60261
0800 - 156 - 5758
+62 31 9924 8699