Pemangkasan Produksi OPEC Angkat Harga Minyak Dunia


Harga minyak menguat dari posisi terendah satu separuh tahun pada penutupan perniagaan Senin (7/1) atau Selasa (8/1) pagi WIB. Penguatan harga didukung penguranganbuatan OPEC dan penguatan di pasar saham.

Patokan harga minyak di pasar global, minyak mentah Brent untuk ekspedisi Maret naik 0,27 dolar AS atau 0,47 persen, menjadi diblokir pada 57,33 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk ekspedisi Februari naik 0,56 dolar AS atau 1,17 persen menjadi menetap pada 48,52 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak berjangka sudah naik lebih dari tujuh persen semenjak Senin (31/12) lalu. “Momentum sedangpulang ke pasar dari tingkat harga yang paling tertekan” ungkap berpengalaman strategi Petromatrix Olivier Jakob.

Harga mendapat sokongan dari laporan Wall Street Journal yang menuliskan bahwa Arab Saudi berencana untuk mencukur ekspor minyak mentahnya menjadi selama 7,1 juta barel masing-masing hari (bph) pada akhir Januari.

OPEC dan sekutunya berjuang mengendalikan lonjakan pasokan global, yang mayoritas didorong oleh Amerika Serikat, di mana produksinya mendahului 11 juta barel masing-masing hari pada 2018. Rekorbuatan minyak mentah yang tinggi sudah mendorong eskalasi persediaan AS.

Pasokan minyak OPEC turun pada Desember sebesar 460 ribu barel masing-masing hari (bph) menjadi 32,68 juta barel per hari, suatu survei Reuters mengejar minggu lalu, dipimpin oleh pemotongan dari pengekspor utama Arab Saudi.

“Kami terus menyaksikan pengurangan buatan OPEC yang menjadi sah pekan lalu, sebagai pertimbangan yang sah dan kami masih menggali pengurangan guna diterjemahkan ke pengurangan surplus minyak mentah AS yang berpotensi dikurangi dalam selama 8-9 minggu,” Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates, menuliskan dalam suatu catatan.

Persediaan minyak mentah AS di Cushing, Oklahoma, titik ekspedisi untuk minyak mentah berjangka AS, turun 565 ribu barel dari Selasa (1/1) sampai Jumat kemudian (4/1), kata semua pedagang, mengutip data dari perusahaan intelijen pasar Genscape.

Pasar ekuitas yang lebih optimis pun menawarkan dukungan. “Ketika pasar saham kuat, minyak seringkali mengikuti” ungkap berpengalaman strategi PVM Oil Associates, Tamas Varga.

Saham-saham sudah naik di tengah ekspektasi bahwa percakapan perdagangan minggu ini antara Amerika Serikat dan Cina bakal meredakan perang perdagangan. Gangguan perniagaan merusak prospek perkembangan ekonomi dan permintaan minyak.

Goldman Sachs menuliskan dalam suatu catatan, pihaknya sudah menurunkan estimasi rata-rata harga minyak mentah Brent guna 2019 menjadi 62,50 dolar AS per barel dari 70 dolar AS sebab makro terkuat semenjak 2015.

Societe Generale memangkas prediksi harga minyak 2019 guna Brent sebesar 9,0 dolar AS menjadi 64 dolar AS per barel dan meminimalisir perkiraan harga guna minyak mentah AS sebesar 9,0 dolar AS menjadi 57 dolar AS per barel.


Sumber : https://vlsindonesia.com/pemangkasan-produksi-opec-angkat-harga-minyak-dunia/


Tinggalkan komentar:

Perdagangan dalam CFD dan produk dengan leverage umumnya melibatkan potensi keuntungan yang besar dan juga risiko kerugian yang besar, anda bisa mendapatkan banyak dalam waktu yang lebih singkat, tetapi anda juga mungkin kehilangan semua modal yang diinvestasikan. Anda harus mendapatkan saran finansial, legal, perpajakan dan saran profesional lainnya sebelum bergabung dalam transaksi CFD untuk meyakinkan bahwa ini merupakan hal yang cocok dengan tujuan, kebutuhan dan keadaan anda.

Pakuwon Center
Superblock Tunjungan City
Office Building Lt. 15 Unit 5-7
Jl. Embong Malang No. 1, 3, 5
Surabaya 60261
0800 - 156 - 5758
+62 31 9924 8699