Tulari Manusia Covid, Denmark Musnahkan 15 Juta Hewan Ini


Hewan mamalia cerpelai dikabarkan bisa menulari corona (Covid-19) ke manusia. Bahkan corona yang ada di tubuh hewan ini disebut telah bermutasi.

Karenanya, pemerintah Denmark mengaku bakal memusnahkan keluarga musang tersebut. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya bahkan hingga 15 juta cerpelai.

"Sangat,sangat serius." kata Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dikutip dari CNBC International, Senin (9/11/2020). Menurutnya ada konsekuensi yang menghancurkan dari keberadaan hewan itu dan virus corona.

Sementara itu, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengaku mengawasi ketat ini. Terutama untuk mencegah pandemi corona lain berlanjut ke manusia.

"Jenis perubahan pada virus ini (corona baru) adalah sesuatu yang telah kami lacak sejak awal," kata Kepala Unit Penyakit dan Zoonosis WHO Dr. Maria van Kerkhove.

"Kami telah melihat ini selama beberapa bulan dan yang kami pahami adalah cerpelai telah terinfeksi dengan kontak dari manusia dan beredar di cerpelai. Kemudian dapat ditularkan kembali ke manusia," ujarnya lagi di markas besar WHO di Jenewa.

Meski begitu, ia menuturkan pihaknya masih akan melakukan evaluasi lebih lanjut. Seperti apakah ada perubahan dalam penularan dan tingkat keparahan, termasuk implikasi untuk vaksin dan terapi pengobatan.

WHO pun mengatakan telah bekerja sama dengan kantor regional Eropa, Pasifik dan Amerika untuk mengawasi peternakan cerpelai di seluruh dunia. Ini, kata dia, penting agar negara-negara bisa mengambil langkah tepat.

Di Eropa, peternakan cerpelai terdapat di sejumlah negara. Hewan ini biasanya dimanfaatkan bulunya.

World of Buz sempat menulis cerpelai digunakan juga untuk membuat bulu mata palsu. Namun People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) membantah itu.

Kehebohan cerpelai dan corona dimulai Mei lalu. Saat itu dua orang yang bekerja di sebuah peternakan cerpelai di Belanda terinfeksi corona.

Pemerintah dan otoritas kesehatan setempat menyebut ini merupakan kasus penularan pertama dari mamalia ke manusia selama epidemi berlangsung.

Mengutip Asiaone, Menteri Pertanian Carola Schouten mengatakan dalam laporannya bahwa cerpelai yang membawa virus itu ditemukan di 4 dari 155 peternakan tempat mereka dibiakkan untuk bulu mereka di negeri kincir tersebut.

Dengan kasus ini, ia menegaskan kemungkinan penularan dari hewan ke manusia atau sebaliknya tak bisa diabaikan. Pada tiga dari empat peternakan yang terinfeksi, sumber infeksi menurut laporan tersebut terbukti berasal dari manusia yang sakit, sementara yang keempat masih dalam penyelidikan.

Direktur Institut Kesehatan Belanda (RIVM) Jaap van Dissel mengatakan bahwa, beberapa kucing dan hewan lain juga telah terjangkit Covid-19 oleh manusia, transmisi mamalia ini dari manusia adalah praktik unik dan langka.

"Ini adalah pertama kalinya kami menemukan, setidaknya kami telah menunjukkan kemungkinannya, bahwa dalam dua kasus infeksi telah berpindah dari hewan ke manusia. Tentu saja sumber asli infeksi di China juga kemungkinan besar adalah hewan," katanya.


Sumber : cnbcindonesia.com


Tinggalkan komentar:

Perdagangan dalam CFD dan produk dengan leverage umumnya melibatkan potensi keuntungan yang besar dan juga risiko kerugian yang besar, anda bisa mendapatkan banyak dalam waktu yang lebih singkat, tetapi anda juga mungkin kehilangan semua modal yang diinvestasikan. Anda harus mendapatkan saran finansial, legal, perpajakan dan saran profesional lainnya sebelum bergabung dalam transaksi CFD untuk meyakinkan bahwa ini merupakan hal yang cocok dengan tujuan, kebutuhan dan keadaan anda.

Pakuwon Center
Superblock Tunjungan City
Office Building Lt. 15 Unit 5-7
Jl. Embong Malang No. 1, 3, 5
Surabaya 60261
0800 - 156 - 5758
+62 31 9924 8699