44 Negara Resmi Resesi, Ekonomi Eropa Terparah


Pelemahan ekonomi menghantui negara-negara dunia. Bahkan akibat krisis virus corona (Covid-19), sejumlah negara jatuh ke jurang resesi.

Indikator resesi yang paling umum dipakai sampai saat ini adalah kontraksi PDB riil dua kuartal berturut-turut.

National Bureaus of Economic Research (NBER) AS mendefinisikannya sebagai penurunan signifikan dalam aktivitas ekonomi yang tersebar di seluruh ekonomi, berlangsung lebih dari beberapa bulan, biasanya terlihat dalam PDB riil, pendapatan riil, lapangan kerja, produksi industri, dan penjualan grosir-eceran.


Kawasan Eropa misalnya. Dalam pembacaan terbarunya, ekonomi telah melemah ke level terparah, paling tajam sejak 1995.

Secara basis kuartalan (QtQ), produk domestik bruto (PDB) Eropa merosot 11,8% pada kuartal II 2020 ini. Menyusul penurunan sebesar 3,7% di kuartal I 2020.

"Ini adalah penurunan paling tajam yang diamati sejak rangkaian waktu dimulai pada tahun 1995," tulis Eurostat, badan statistik kawasan itu, dikutip Rabu (9/9/2020).

Dalam skala tahunan, PDB turun 14,7% di kuartal II 2020. Ini mengikuti penurunan 3,2% di kuartal I 2020.

Eurostat mengatakan bahwa ekonomi Spanyol menunjukkan kinerja terburuk dengan kontraksi kuartalan 18,5% pada April-Juni. Sedangkan penurunan PDB terendah dilami Finlandia.

Sebelumnya ada 44 negara lainnya yang resmi resesi. Berikut rangkumannya dari Trading Economics dengan pencantuman data kuartal paling akhir secara YoY:



1. Afrika Selatan (0)


2. Albania (-3)


3. Angola (-2)


4. Arab Saudi (-1)


5. Argentina (-5)


6. Austria (-13)


7. Bahrain (-1)


8. Barbados (0)


9. Belanda (-9)


10. Belgia (-14)


11. Belize (-4)


12.Brasil (-11,4)


13. Ekuador (-1)


14. Filipina (-16)


15. Finlandia (-5)

16. Guyana Khatulistiwa (-6)


17. Hong Kong (-9)


18. Inggris (-22)


19. Iran (-10)


20. Italia (-17)


21. Jepang (-10)


22. Jerman (-12)


23. Kanada (-13)


24. Latvia (-10)


25. Lebanon (-5)


26. Lebanon (-5)


27. Lituania (-4)


28. Makau (-68)


29. Meksiko (-19)


30. Mongolia (-10)


31. Palestina (-3)


32. Peru (-30)


33. Portugal (-16)


34. Republik Ceska (-11)


35. Singapura (-13)


36. Slowakia (-12)


37. Spanyol (-22)


38. Sudan (-2)


39. Swiss (-9)


40. Thailand (-12)


41. Tunisia (-22)


42. Ukraina (-11)


43.Venezuela (-27)

44.Yunani (-15,2%)



Sumber : cnbcindonesia.com


Tinggalkan komentar:

Perdagangan dalam CFD dan produk dengan leverage umumnya melibatkan potensi keuntungan yang besar dan juga risiko kerugian yang besar, anda bisa mendapatkan banyak dalam waktu yang lebih singkat, tetapi anda juga mungkin kehilangan semua modal yang diinvestasikan. Anda harus mendapatkan saran finansial, legal, perpajakan dan saran profesional lainnya sebelum bergabung dalam transaksi CFD untuk meyakinkan bahwa ini merupakan hal yang cocok dengan tujuan, kebutuhan dan keadaan anda.

Pakuwon Center
Superblock Tunjungan City
Office Building Lt. 15 Unit 5-7
Jl. Embong Malang No. 1, 3, 5
Surabaya 60261
0800 - 156 - 5758
+62 31 9924 8699