Dolar Tertahan, Emas dan AUDUSD Menguat

Dolar AS (USD) mengakhiri perdagangan Kamis dalam tekanan, dengan Indeks Dolar AS (DXY) ditutup turun 0,11% di level 99,95, bergerak sedikit di bawah level psikologis 100,00 setelah sebelumnya mencatat level tertinggi dalam tujuh minggu. Pergerakan cenderung sideways terjadi setelah Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga pada Rabu untuk pertama kalinya sejak 2023. Kenaikan suku bunga sempat mendorong penguatan Greenback, namun momentum tersebut mulai memudar seiring harga energi yang turun dari level tertingginya serta kembali munculnya tekanan politik dari Presiden Donald Trump agar suku bunga AS dipangkas secara agresif.

Meski demikian, prospek Dolar AS masih mendapatkan dukungan dari sikap hawkish The Fed. Ketua The Fed Kevin Warsh memberikan sinyal bahwa masih terdapat kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini, sehingga ekspektasi pengetatan moneter tetap menjadi faktor penopang bagi USD. Di sisi lain, penguatan tajam harga Emas serta kondisi pasar saham yang relatif stabil menunjukkan selera risiko mulai membaik. Fokus pasar kini beralih ke agenda Jumat yang padat, terutama keputusan dan komunikasi Bank of Japan (BoJ) yang berpotensi memicu volatilitas pada pasar valuta asing.

Di pasar mata uang utama, EURUSD mampu mempertahankan kenaikan tipis di kisaran 1,1400-an atas. Pelemahan Dolar memberikan ruang bagi Euro untuk menguat, meskipun pergerakannya masih terbatas. Sebaliknya, GBPUSD tetap berada di bawah tekanan di kisaran 1,3300-an tengah setelah Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga dan mengambil sikap yang cenderung hati-hati. Sementara itu, USDJPY bergerak turun menuju area 156,00 karena pelaku pasar bersiap menghadapi kenaikan suku bunga BoJ yang secara luas telah diperkirakan sebelumnya.

Di kawasan Australia, AUDUSD memperpanjang rebound menuju kisaran 0,7100-an bawah dan menjadi pasangan mata uang utama dengan performa paling kuat pada perdagangan tersebut. Penguatan ini mencerminkan membaiknya sentimen risiko sekaligus tekanan terhadap USD. Pergerakan AUD juga mendapatkan dukungan dari kondisi pasar yang lebih positif, meskipun arah berikutnya tetap akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan bank sentral global dan pergerakan Dolar AS.

Sementara itu, Emas mencatat lonjakan kuat dengan menembus kembali level US$4.350 per Troy ons, menunjukkan permintaan yang tetap solid meskipun The Fed mempertahankan nada hawkish. Di pasar energi, West Texas Intermediate (WTI) masih bertahan di atas US$100,00 per barel dan relatif stabil setelah mengalami pullback sebelumnya. Secara keseluruhan, USD masih berada dalam fase konsolidasi di sekitar level 100,00, sementara pelemahan Greenback memberikan ruang bagi Emas, AUDUSD, dan aset berisiko untuk melanjutkan pemulihan dalam jangka pendek.


sumber : fxstreet