Emas Rebound di Atas US$4.300, The Fed dan Geopolitik Membayangi
Harga emas XAUUSD kembali naik di atas level US$4.300 per troy ounce pada awal sesi Eropa hari Kamis, meskipun masih berada tidak jauh dari level terendah enam pekan yang dicapai pada hari sebelumnya. Pemulihan emas terutama didukung oleh pelemahan Dolar AS (USD) setelah Greenback mencapai level tertinggi sejak akhir Juli 2026. Meski demikian, ruang kenaikan emas masih terbatas karena prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang hawkish serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memberikan dukungan terhadap USD sebagai aset safe haven.
The Fed pada Rabu secara bulat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, menjadi kenaikan pertama sejak 2023. Langkah tersebut telah diperkirakan secara luas oleh pasar, tetapi perhatian investor tertuju pada sinyal kebijakan setelah keputusan tersebut. Dot plot terbaru menunjukkan bahwa para pejabat The Fed masih melihat kemungkinan satu kali kenaikan suku bunga tambahan pada tahun ini. Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa keputusan kenaikan suku bunga didorong oleh penguatan ekonomi AS, belum terlihatnya perbaikan yang meyakinkan pada tren inflasi selama musim panas, serta perkembangan geopolitik.
Warsh juga menilai bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan telah bertahan terlalu lama, sehingga stabilitas harga tetap menjadi prioritas penting bagi The Fed. Selain itu, tingginya harga energi berpotensi mempertahankan tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat. Kondisi tersebut tercermin dari imbal hasil Treasury AS 10 tahun yang kembali berada di dekat level psikologis 5,0%, sekaligus mendekati level tertinggi sejak April 2007. Yield yang tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis USD dan meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Faktor geopolitik juga masih menjadi perhatian utama pasar. Kelompok Houthi yang didukung Iran mengeklaim bahwa pesawat Arab Saudi telah melakukan lebih dari 450 serangan udara di Yaman dalam sepekan terakhir serta menyatakan telah menembak jatuh sebuah jet tempur F-15 Saudi di wilayah Marib. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Iran menginginkan kesepakatan dan perang mungkin sudah mendekati akhir. Namun, meningkatnya intensitas konflik antara Houthi dan Arab Saudi tetap mempertahankan premi risiko geopolitik, terutama terhadap pasar energi, sehingga berpotensi memberikan dukungan tambahan terhadap USD dan harga minyak.
Secara keseluruhan, XAUUSD masih menghadapi tekanan dari kombinasi kebijakan The Fed yang hawkish, tingginya imbal hasil Treasury AS, dan penguatan USD, meskipun pelemahan Greenback pada Kamis memberikan ruang bagi emas untuk melakukan rebound di atas US$4.300. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada arah USD dan yield obligasi AS, serta perkembangan konflik Timur Tengah. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan tetap bertahan dan yield 10 tahun berada di sekitar 5%, potensi kenaikan emas perlu dicermati secara hati-hati, sementara meredanya tekanan USD dan penurunan yield dapat membuka ruang bagi pemulihan XAUUSD lebih lanjut.
sumber : fxstreet
