Emas Tertahan di Bawah US$4.350, Pasar Menanti Keputusan Penting The Fed
Harga Emas (XAUUSD) masih kesulitan memanfaatkan kenaikan tipis dalam perdagangan harian dan bertahan di bawah level US$4.350 pada perdagangan hari Rabu. Dolar AS (USD) mengambil jeda setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dua pekan, sehingga memberikan sedikit dukungan terhadap harga Emas. Namun, pelaku pasar tampaknya masih enggan mengambil posisi agresif dan memilih menunggu keputusan kebijakan Federal Reserve AS (The Fed) yang akan menjadi katalis utama pergerakan pasar hari ini. Sikap hati-hati tersebut membuat XAUUSD cenderung bergerak terbatas menjelang pengumuman FOMC.
The Fed secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir pertemuan 15–16 September. Meskipun kenaikan tersebut telah banyak diperhitungkan oleh pasar, perhatian utama akan tertuju pada proyeksi ekonomi terbaru, khususnya dot plot, untuk mendapatkan gambaran mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Investor juga akan mencermati komentar Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers pasca-pertemuan. Setiap perubahan dalam proyeksi maupun nada komunikasi The Fed berpotensi memicu volatilitas tinggi pada USD dan memberikan dorongan arah baru bagi Emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Tekanan terhadap Emas masih berasal dari risiko inflasi yang dipicu kenaikan harga energi. Harga minyak mentah melonjak pada Selasa dan mencapai level tertinggi sejak 20 Mei akibat meningkatnya kekhawatiran mengenai gangguan pasokan di Timur Tengah. Pada saat yang sama, meningkatnya kebutuhan pembiayaan pemerintah dan korporasi telah memperpanjang aksi jual di pasar obligasi global. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun kembali menembus 5% dan mencapai level tertinggi sejak 2007. Kenaikan yield tersebut meningkatkan opportunity cost memegang Emas, sehingga dapat membatasi ruang penguatan XAUUSD.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut menjaga permintaan terhadap aset safe haven. Arab Saudi mengeluarkan peringatan keamanan untuk sejumlah wilayah, termasuk Mekah dan Jeddah, setelah serangkaian serangan selama sepekan yang dilakukan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman. Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan akan memberikan respons tegas terhadap serangan rudal dan drone tersebut, sehingga risiko eskalasi konflik regional masih tinggi. Sementara itu, Central Command AS menyatakan telah mengalihkan 103 kapal komersial sebagai bagian dari blokade terhadap perdagangan maritim Iran melalui Selat Hormuz. Perkembangan ini berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi sekaligus meningkatkan permintaan terhadap USD sebagai aset safe haven.
Secara keseluruhan, bias XAUUSD masih cenderung netral hingga bearish dalam jangka pendek, dengan US$4.350 menjadi level penting yang perlu diperhatikan. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, tekanan dari USD yang relatif kuat, yield Treasury yang tinggi, serta ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih ketat masih dapat membatasi kenaikan Emas. Sebaliknya, apabila hasil FOMC, dot plot, atau komentar Kevin Warsh memberikan sinyal yang lebih dovish dari ekspektasi pasar, USD dan yield berpotensi melemah sehingga membuka ruang bagi rebound XAUUSD. Dengan demikian, keputusan The Fed hari ini menjadi penentu utama arah Emas selanjutnya.
sumber : fxstreet
