Emas Pulih, Namun Momentum Bullish Masih Rapuh

Harga Emas (XAUUSD) melanjutkan pemulihan dari level terendah satu pekan dan kembali menembus US$4.400 pada sesi awal Eropa pada perdagangan hari Rabu. Penguatan ini menghentikan sementara penurunan tiga hari berturut-turut, didukung oleh pelemahan Dolar AS (USD) yang bergerak dekat level terendah lebih dari dua pekan. Pelemahan USD terjadi di tengah penguatan Yen Jepang akibat meningkatnya ekspektasi pengetatan kebijakan Bank of Japan (BoJ). Meskipun demikian, prospek kebijakan moneter yang semakin hawkish dari sejumlah bank sentral dapat membatasi kenaikan Emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Ekspektasi kenaikan suku bunga 25 basis poin oleh European Central Bank (ECB) pada Kamis hampir sepenuhnya diperhitungkan pasar. Di sisi lain, pasar juga telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga BoJ pada pertemuan 17–18 September, sementara Reserve Bank of Australia (RBA) turut membuka peluang pengetatan kebijakan pada bulan ini. Dari Amerika Serikat, laporan NFP yang lebih kuat dari perkiraan kembali meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September. BNY menilai data ketenagakerjaan terbaru telah memperkuat prospek pengetatan The Fed, dengan probabilitas kenaikan suku bunga September kembali berada di atas 60%. Kondisi tersebut berpotensi membatasi ruang penguatan Emas melalui peningkatan daya tarik USD dan imbal hasil aset berbasis dolar.

Selain faktor kebijakan moneter, ketegangan AS–Iran juga menjadi faktor penting yang menjaga permintaan terhadap aset safe haven. Amerika Serikat menyerang kapal tanker minyak Iran di kawasan Teluk Oman dan sekitar Pulau Kharg, sementara Iran merespons dengan meluncurkan lebih dari 30 rudal ke pasukan AS di pangkalan Al Azraq, Yordania. IRGC juga memperingatkan bahwa kapal-kapal di pelabuhan Kuwait dan Bahrain yang menampung pasukan AS dapat menjadi sasaran. Eskalasi tersebut mempertahankan premi risiko geopolitik, mendorong harga minyak mentah ke level tertinggi tiga bulan dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi ini dapat memperkuat ekspektasi pengetatan The Fed dan pada akhirnya membatasi kenaikan XAUUSD.

Secara teknikal, XAUUSD menemukan support di area US$4.345–US$4.340 yang merupakan pertemuan antara SMA 200-periode pada grafik 4 jam dan Fibonacci retracement 50% dari kenaikan Juli–Agustus. Area tersebut menjadi titik pivot penting bagi arah pergerakan berikutnya. RSI harian berada di sekitar 42, menunjukkan momentum masih netral cenderung lemah, sementara MACD berada di wilayah negatif. Kombinasi indikator tersebut mengindikasikan bahwa pemulihan saat ini lebih mencerminkan stabilisasi setelah koreksi daripada awal dari momentum bullish yang kuat. Resistance terdekat berada di Fibonacci 38,2% sekitar US$4.427, dan penembusan level tersebut berpotensi membuka ruang menuju US$4.529.

Di sisi bawah, support utama tetap berada di sekitar US$4.353 pada SMA 200-periode, kemudian Fibonacci 50% di US$4.344. Selama harga mampu bertahan di atas zona US$4.340–US$4.345, peluang rebound masih terbuka, tetapi momentum bullish belum terkonfirmasi kuat. Sebaliknya, penembusan tegas di bawah zona tersebut dapat memperbesar tekanan jual menuju US$4.262 dan kemudian US$4.144. Dengan demikian, bias XAUUSD saat ini cenderung netral hingga bearish dalam jangka pendek, dengan US$4.427 sebagai resistance konfirmasi awal dan US$4.340–US$4.345 sebagai zona support kunci. Data PPI dan CPI AS pada Kamis dan Jumat akan menjadi katalis utama yang berpotensi menentukan arah Emas selanjutnya.


sumber : fxstreet