Emas Tertekan Pasca-NFP, Namun Tren Bullish Jangka Menengah Masih Terjaga

Harga Emas (XAUUSD) mempertahankan bias negatif untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Senin, diperdagangkan turun 0,91% ke level US$4.394,88 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.20 WIB. Pergerakan harga juga masih berada di atas swing low yang terbentuk pada Jumat setelah pasar merespons positif laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual belum cukup kuat untuk mengubah struktur bullish yang lebih besar, sehingga pelaku pasar bearish perlu tetap berhati-hati dalam mengantisipasi pelemahan lanjutan.

Sentimen terhadap Emas mendapat tekanan setelah data Nonfarm Payrolls (NFP) AS menunjukkan penambahan 162 ribu lapangan pekerjaan pada Agustus, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 55 ribu. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap di 4,1% sesuai perkiraan, sedangkan pertumbuhan rata-rata upah tahunan melambat menjadi 3,1% dari 3,2%. Kuatnya data tenaga kerja meningkatkan ekspektasi bahwa pasar tenaga kerja AS masih tangguh dan dapat memberikan ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Prospek tersebut berpotensi mendukung Dolar AS dan meningkatkan tekanan terhadap Emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Namun, peluang kenaikan Emas belum sepenuhnya tertutup karena sikap The Fed masih menjadi faktor penting. Gubernur The Fed Christopher Waller sebelumnya menyatakan kecenderungannya untuk mempertahankan suku bunga apabila data berikutnya mengonfirmasi bahwa tekanan inflasi terus mereda. Oleh karena itu, perhatian pasar kini beralih ke rilis Indeks Harga Produsen (PPI) dan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang dijadwalkan pada pekan ini. Data inflasi tersebut akan menjadi indikator penting dalam menentukan arah ekspektasi kebijakan The Fed dan pergerakan Dolar AS. Di sisi lain, meningkatnya ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz turut mempertahankan premi risiko geopolitik, mendorong harga energi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi yang dapat membatasi ruang pelonggaran moneter The Fed.

Secara teknikal, XAUUSD masih berada di atas EMA 200-hari di sekitar US$4.318 serta retracement Fibonacci 50% di sekitar US$4.324. Posisi tersebut menunjukkan bahwa tren bullish jangka menengah masih relatif terjaga meskipun momentum jangka pendek mulai melemah. Indikator MACD telah bergerak ke wilayah negatif, sementara RSI berada di sekitar 51, yang mencerminkan kondisi pasar cenderung konsolidatif dan belum menunjukkan tekanan jual ekstrem. Resistance terdekat berada di US$4.411 yang merupakan Fibonacci 38,2%. Penembusan dan penutupan yang kuat di atas level tersebut dapat membuka peluang menuju US$4.519, kemudian area tertinggi siklus di sekitar US$4.693.

Di sisi bawah, area US$4.324–US$4.318 menjadi zona support utama karena bertepatan dengan Fibonacci 50% dan EMA 200-hari. Jika zona tersebut mampu dipertahankan, peluang terjadinya rebound dan berlanjutnya tren bullish masih terbuka. Namun, apabila XAUUSD menembus secara meyakinkan di bawah area tersebut, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju US$4.237 dan US$4.113. Secara keseluruhan, bias Emas masih bullish dalam jangka menengah tetapi cenderung netral hingga bearish dalam jangka pendek, dengan US$4.411 sebagai level konfirmasi penguatan dan US$4.318–US$4.324 sebagai area kunci untuk mempertahankan struktur bullish.


sumber : fxstreet