Emas Tertekan Pasca-NFP, Pasar Menanti Data Inflasi AS

Harga Emas (XAUUSD) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Jumat dan terkoreksi sekitar 0,85% dan ditutup di level US$4.434,71 per troy ounce setelah sebelumnya merosot lebih dari 2% menyusul rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Nonfarm Payrolls (NFP) Agustus tercatat bertambah 162 ribu, jauh di atas konsensus 55 ribu, sementara data Juli direvisi naik dari -23 ribu menjadi 21 ribu. Tingkat Pengangguran tetap berada di 4,1%. Data tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS masih cukup solid sehingga memberikan ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan sikap hawkish apabila tekanan inflasi kembali meningkat.

Ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed menjadi faktor utama yang membebani Emas. Sebelumnya, Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan pandangan hawkish dengan menilai kondisi pasar tenaga kerja konsisten dengan lapangan pekerjaan penuh dan menempatkan inflasi sebagai perhatian utama. Sementara itu, Gubernur The Fed Christopher Waller menegaskan bahwa bank sentral tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga apabila inflasi terus mereda. Namun, kekuatan data NFP membuat pasar kembali meningkatkan spekulasi terhadap potensi kenaikan suku bunga pada September. Berdasarkan Prime Terminal, probabilitas kenaikan suku bunga kini berada di sekitar 61%, meningkat dari 54% sehari sebelumnya.

Pergerakan pasar obligasi dan Dolar AS turut mencerminkan perubahan ekspektasi tersebut. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun sempat naik hingga 4,81% setelah rilis NFP sebelum kemudian terkoreksi ke sekitar 4,768%. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) masih berada di zona positif dengan kenaikan sekitar 0,13% ke 99,13. Penguatan imbal hasil Treasury dan Dolar AS meningkatkan biaya peluang memegang aset non-yielding seperti Emas, sehingga membatasi ruang penguatan XAUUSD. Selanjutnya, perhatian pasar akan beralih kepada data inflasi AS, terutama Producer Price Index (PPI) dan Consumer Price Index (CPI), yang akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah tekanan inflasi masih cukup kuat untuk mendorong The Fed mempertimbangkan pengetatan kebijakan.

Dari sisi fundamental, data inflasi pekan ini akan menjadi penentu utama arah Emas. Jika PPI dan CPI menunjukkan tekanan harga yang masih tinggi, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed berpotensi semakin kuat dan dapat memberikan tekanan tambahan terhadap XAUUSD. Sebaliknya, apabila inflasi kembali menunjukkan disinflasi yang konsisten, kebutuhan untuk menaikkan suku bunga dapat berkurang dan berpotensi memberikan ruang bagi Emas untuk pulih. Selain PPI dan CPI, pasar juga akan mencermati Klaim Tunjangan Pengangguran, Laporan Anggaran Bulanan AS, serta Sentimen Konsumen Universitas Michigan September sebagai indikator tambahan terhadap kondisi ekonomi dan ekspektasi inflasi.

Secara teknikal, XAUUSD saat ini berpotensi bergerak sideways dengan area US$4.354 sebagai support yang bertepatan dengan SMA 100-hari dan US$4.534 sebagai resistance di sekitar SMA 200-hari. RSI masih berada dalam wilayah bullish, tetapi mulai bergerak turun menuju level netral 50, yang menunjukkan bahwa momentum penjual mulai menguat. Untuk skenario bearish, penurunan di bawah US$4.400 dan SMA 100-hari akan membuka peluang menuju level terendah harian US$4.282. Sebaliknya, apabila Emas mampu menembus US$4.450 dan mempertahankan momentum positif, harga berpotensi menguji US$4.500 sebelum mengarah ke puncak Agustus di sekitar US$4.697.


sumber : fxstreet