Yen Menguat Tajam, USDJPY Berbalik Bearish di Tengah Perubahan Ekspektasi BoJ dan The Fed

Yen Jepang mencatat penguatan tajam dalam dua hari perdagangan terakhir, bahkan melampaui dampak intervensi valuta asing terbesar yang pernah dilakukan Jepang, tanpa adanya laporan pembelian Yen secara langsung. USDJPY diperdagangkan di bawah level 156,00 setelah bergerak dari hampir 159,00 menuju sekitar 155,50. Penurunan sekitar 3,7 Yen tersebut menembus Exponential Moving Average (EMA) 200-hari di sekitar 158,00 dan membawa pasangan ini semakin dekat dengan area 155,00, yang sebelumnya menjadi titik terendah saat operasi intervensi pada Juli 2026. Pergerakan yang relatif konsisten sejak level di atas 160,00 pada Rabu menunjukkan adanya perubahan posisi dan repricing pasar, bukan sekadar reaksi spontan terhadap suatu kejutan.

Penguatan Yen terjadi setelah ekspektasi terhadap kebijakan moneter Jepang dan Amerika Serikat mulai bergerak ke arah yang berbeda. Dari sisi Jepang, anggota dewan Bank of Japan (BoJ) yang bersikap hawkish mendorong kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih agresif, sementara Gubernur BoJ menilai risiko kenaikan harga perlu mendapat perhatian lebih besar. Kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 17–18 September kini telah banyak diperhitungkan pasar, dengan ekspektasi bahwa langkah pengetatan berikutnya dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan perkiraan sebelumnya. Sebaliknya, dari Amerika Serikat, salah satu gubernur Federal Reserve (The Fed) menyatakan kecenderungan untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan 15–16 September apabila perkembangan inflasi sesuai harapan, sehingga probabilitas kenaikan suku bunga September turun ke sekitar 50% dari sebelumnya di atas 60%.

Meskipun selisih suku bunga antara Jepang dan Amerika Serikat secara nominal masih cukup besar, perubahan arah ekspektasi kebijakan di kedua negara menjadi faktor penting bagi strategi carry trade. Jepang sebelumnya menghabiskan sekitar ¥15,4 triliun atau US$98 miliar untuk membeli Yen antara 30 Juli hingga 26 Agustus 2026, berdasarkan data Kementerian Keuangan Jepang. Namun, USDJPY sempat kembali ke atas 160,00 sebelum akhirnya berbalik tajam. Pelemahan USDJPY kali ini terjadi tanpa biaya intervensi langsung dan bahkan mencakup pergerakan harian yang lebih besar dibandingkan sebagian besar periode intervensi sebelumnya. Otoritas Jepang masih berada dalam kondisi siaga tinggi, sementara pergerakan Yen yang semakin kuat menunjukkan bahwa pasar mulai memperhitungkan kemungkinan penyempitan selisih kebijakan antara BoJ dan The Fed.

Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada data ekonomi Amerika Serikat, terutama Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat pukul 19.30 WIB. Konsensus memperkirakan penambahan 55 ribu lapangan kerja setelah kehilangan 23 ribu pekerjaan pada Juli, dengan tingkat pengangguran diproyeksikan berada di 4,1%, sementara pertumbuhan pendapatan rata-rata per jam diperkirakan mencapai 0,3% secara bulanan dan 3% secara tahunan. Data tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi menghidupkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan memberikan dukungan terhadap Dolar AS. Selanjutnya, perhatian akan beralih ke data Jepang berupa pendapatan tunai tenaga kerja dan estimasi kedua pertumbuhan ekonomi kuartal kedua, sebelum pasar menghadapi rilis PPI AS pada 10 September 2026 dan CPI pada 11 September 2026. Dua pertemuan bank sentral yang berlangsung berdekatan pada 16 September 2026 di Washington dan 18 September 2026 di Tokyo akan menjadi katalis utama bagi arah USDJPY.

Secara teknikal, bias USDJPY saat ini berada dalam kondisi bearish. Area 156,00 menjadi resistance awal, diikuti 157,00 dan EMA 200-hari di sekitar 158,00 yang kini berpotensi berubah fungsi menjadi resistance. Di atasnya, 158,50 menjadi level penting, sementara EMA 50-hari di bawah 160,00 menjadi batas bagi pemulihan yang lebih kuat. Di sisi bawah, area 155,50 menjadi support terdekat, disusul level 155,00 yang bertepatan dengan titik terendah intervensi sebelumnya. Penutupan harian di bawah 155,00 dapat membuka ruang pelemahan menuju 154,00. Dengan Stochastic RSI harian masih berada di sekitar 87, tekanan turun masih berpotensi berlanjut. Dalam kondisi saat ini, rebound menuju 157,00 berpotensi menjadi area tekanan jual selama ekspektasi penyempitan kebijakan BoJ dan The Fed tetap bertahan. Bias bearish baru akan melemah apabila USDJPY mampu kembali ditutup di atas 158,50.


sumber : fxstreet