Harga Emas Tertekan oleh Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Penguatan Dolar AS
Harga emas (XAUUSD) kesulitan mempertahankan pemulihan dari level di bawah US$4.400 dan kembali menarik tekanan jual pada perdagangan hari Selasa. XAUUSD diperdagangkan turun 0,37% ke level US$4.432,45 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.30 WIB. Pelemahan ini terjadi setelah komentar Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, dalam Simposium Jackson Hole pada Jumat lalu meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Sikap hawkish tersebut memberikan tekanan terhadap emas yang tidak memberikan imbal hasil, karena kenaikan suku bunga cenderung meningkatkan daya tarik aset berdenominasi Dolar AS.
Warsh mengisyaratkan bahwa The Fed dapat mempertimbangkan kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan perlambatan yang signifikan. Kekhawatiran tersebut semakin diperkuat oleh kenaikan harga energi akibat meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang sekitar 65% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed 15–16 September. Ekspektasi tersebut membantu USD kembali memperoleh momentum setelah melemah pada Senin dan menjadi salah satu faktor utama yang membebani harga emas.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga masih menjadi perhatian pasar. Pasukan AS menyerang dua peluncur roket di Pulau Larak, Iran, pada Minggu, yang kemudian diikuti serangan balasan Iran terhadap pangkalan udara Amerika di Yordania. Iran juga mengklaim telah menyerang Pangkalan Udara Al Minhad di Uni Emirat Arab menggunakan drone. Presiden AS Donald Trump turut memperingatkan bahwa tindakan militer lebih lanjut masih mungkin dilakukan. Eskalasi tersebut mempertahankan premi risiko geopolitik, mendukung harga minyak dan USD sebagai aset safe haven, meskipun pada saat yang sama ketidakpastian geopolitik dapat membatasi penurunan emas.
Pelaku pasar kemungkinan akan menghindari posisi agresif menjelang sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini. Perhatian awal tertuju pada PMI Manufaktur ISM dan JOLTS Job Openings yang dijadwalkan dirilis hari ini. Namun, fokus utama tetap berada pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS pada Jumat. Data ketenagakerjaan yang kuat dapat semakin memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga dan memberikan tekanan tambahan terhadap emas, sedangkan data yang lemah berpotensi mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan dan memberikan ruang bagi pemulihan XAUUSD.
Secara teknikal, prospek emas dalam jangka pendek cenderung bearish setelah harga menembus ke bawah SMA 100-periode. MACD masih berada di wilayah negatif, menunjukkan tekanan jual yang persisten, sementara RSI 34,80 mendekati area jenuh jual sehingga ruang penurunan agresif mulai berkurang. Resistance terdekat berada di SMA 100-periode sekitar US$4.481, diikuti Fibonacci 23,6% di US$4.532. Di sisi bawah, support penting berada di US$4.430, US$4.348, dan US$4.266. Jika tekanan jual berlanjut, emas berpotensi menguji US$4.149, dengan support lebih dalam di sekitar US$3.999.
sumber : fxstreet
