Harga Emas Tertekan Tajam Setelah Sikap Hawkish The Fed di Jackson Hole
Harga Emas (XAUUSD) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Jumat, turun 3,12% setelah pasar mencerna pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole. Harga emas merosot dari level tertinggi US$4.631,39 menuju US$4.445,36, sementara penguatan Dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury menjadi faktor utama yang membebani logam mulia. Imbal hasil Treasury AS bertenor 10 tahun meningkat 5,5 basis poin menjadi 4,728%, membuat aset berbasis Dolar semakin menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Dalam pidatonya, Warsh menegaskan bahwa inflasi masih menjadi perhatian utama The Fed. Ia menilai ukuran inflasi yang mendasari belum menunjukkan perbaikan yang cukup dan menekankan bahwa bank sentral perlu memastikan inflasi benar-benar kembali menuju target 2%. Meskipun belanja konsumen dinilai sehat dan kondisi pasar tenaga kerja tetap solid, Warsh menganggap perkembangan harga masih mengkhawatirkan. Pernyataan tersebut mendorong pasar meningkatkan kembali ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September.
Perubahan ekspektasi kebijakan moneter tersebut memberikan dorongan kuat bagi Dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) naik lebih dari 0,55% menuju 99,62, sementara peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin pada September sempat meningkat ke sekitar 43%. Data revisi tahunan Nonfarm Payrolls menunjukkan revisi negatif sebesar 79 ribu, sementara Sentimen Konsumen Universitas Michigan berada di 51,7. Di sisi lain, ekspektasi inflasi konsumen AS untuk satu tahun ke depan turun menjadi 4%, sedangkan ekspektasi lima tahun tetap di 3,3%, menunjukkan bahwa tekanan inflasi masih menjadi perhatian pasar.
Dari sisi teknikal, penurunan XAUUSD membawa harga mendekati dan bahkan menembus area SMA 200-hari yang berada di sekitar US$4.527. Meskipun harga sempat kembali bergerak di atas US$4.550, momentum jangka pendek mulai menunjukkan pelemahan. Relative Strength Index (RSI) masih berada di atas level 50 sehingga tekanan bullish belum sepenuhnya hilang, tetapi tren RSI yang menurun mengindikasikan meningkatnya tekanan jual. Jika harga kembali gagal bertahan di atas US$4.500, risiko penurunan menuju SMA 100-hari di sekitar US$4.374 akan semakin terbuka.
Ke depan, arah emas akan sangat bergantung pada perkembangan ekspektasi suku bunga The Fed, pergerakan imbal hasil Treasury, serta kekuatan Dolar AS. Dari sisi bullish, emas perlu merebut kembali US$4.500 dan menembus SMA 200-hari di US$4.527 untuk membuka ruang menuju US$4.600, kemudian US$4.643 dan US$4.700. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan area US$4.500 dapat memperkuat tekanan jual dan membawa XAUUSD menguji US$4.374. Dengan sikap The Fed yang semakin menitikberatkan pada inflasi, volatilitas emas berpotensi tetap tinggi dalam waktu dekat.
sumber : fxstreet
