Dolar AS Menguat, Pasar Menanti Sinyal Kebijakan The Fed di Jackson Hole

Indeks Dolar AS (DXY) mempertahankan penguatan yang terjadi pada hari sebelumnya setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan tekanan harga yang masih cukup tinggi. Pada awal perdagangan sesi Eropa, DXY diperdagangkan naik tipis 0,01% ke level 99,09 di hari Kamis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa USD masih mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan berhati-hati dalam menentukan arah kebijakan suku bunganya.

Data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) AS bulan Juli menjadi salah satu faktor utama yang menopang USD. PCE inti, yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed, tercatat sebesar 3,3% secara tahunan, sesuai dengan perkiraan dan angka sebelumnya. Sementara itu, PCE utama tetap berada di 3,7% YoY, lebih tinggi dibandingkan perkiraan yang sebelumnya mengantisipasi perlambatan ke 3,6%. Data tersebut mengindikasikan bahwa tekanan inflasi masih belum sepenuhnya mereda dan dapat membuat The Fed mempertahankan pendekatan yang hati-hati terhadap pelonggaran kebijakan moneter.

Meskipun demikian, ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed pada September tidak mengalami perubahan signifikan setelah publikasi data PCE. Berdasarkan CME FedWatch, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan September berada di sekitar 64%. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menilai belum terdapat alasan yang cukup kuat untuk mengubah ekspektasi kebijakan secara drastis. Oleh karena itu, arah USD selanjutnya kemungkinan akan sangat bergantung pada data ekonomi AS berikutnya serta komunikasi dari para pejabat The Fed.

Perhatian utama pasar kini beralih ke Simposium Jackson Hole, tempat Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato pada Jumat. Pernyataan Warsh akan dicermati untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter dan pendekatan The Fed terhadap inflasi. Para ekonom DBS Group Research menilai Warsh menghadapi tantangan dalam menjaga independensi The Fed dan mandat stabilitas harga, sekaligus memberikan kejelasan mengenai bagaimana bank sentral merespons perubahan kondisi ekonomi tanpa terlalu banyak memberikan panduan kebijakan ke depan.

Secara keseluruhan, USD masih memiliki peluang mempertahankan penguatan selama data inflasi AS tetap menunjukkan tekanan yang persisten dan The Fed memberikan sinyal hawkish. Namun, penguatan Dolar berpotensi terbatas apabila Warsh memberikan pernyataan yang lebih dovish atau mengindikasikan ruang bagi pelonggaran kebijakan. Dengan demikian, level DXY di sekitar 99,00 menjadi area penting untuk diperhatikan, sementara arah pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan oleh pidato Kevin Warsh dan perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.


sumber : fxstreet