Harga Emas Tembus US$4.650, Momentum Bullish Masih Kuat

Harga Emas (XAUUSD) melanjutkan momentum bullish setelah berhasil menembus Simple Moving Average (SMA) 200-hari pada pekan sebelumnya. Pada perdagangan hari Senin, Emas naik melewati US$4.650 dan mencapai level tertinggi baru sejak pertengahan Mei 2026 di US$4.656,47 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.15 WIB. Penguatan ini terutama didukung oleh pelemahan Dolar AS (USD) yang masih berada di dekat level terendah dalam lebih dari tiga bulan serta penurunan imbal hasil obligasi Pemerintah AS. Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik Emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Sentimen terhadap Emas juga diperkuat oleh data inflasi AS bulan Juli yang lebih rendah dari perkiraan, sehingga mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed dalam waktu dekat. Pasar kini cenderung memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan FOMC 15–16 September. Selain itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menunjukkan kesiapan untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang. Kebijakan tersebut membantu menahan kenaikan imbal hasil obligasi AS dan membatasi potensi pemulihan USD, sehingga menjadi katalis positif bagi harga Emas.

Meski demikian, risiko kenaikan harga Emas tetap menghadapi sejumlah hambatan. Pasar masih memperhitungkan peluang lebih dari 70% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali hingga akhir 2026, terutama apabila kenaikan harga minyak kembali memicu tekanan inflasi. Oleh karena itu, perhatian investor selanjutnya akan tertuju pada data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS serta pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole. Kedua agenda tersebut berpotensi memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter dan menjadi katalis penting bagi pergerakan USD maupun Emas.

Faktor geopolitik juga tetap menjadi perhatian utama. Rencana AS untuk menerapkan sanksi yang lebih berat terhadap Iran serta ancaman Iran untuk menghentikan ekspor minyak melalui Selat Hormuz dan wilayah Teluk Persia meningkatkan risiko gangguan pasokan energi. Situasi tersebut menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi dan dapat memicu permintaan terhadap aset safe haven. Namun, penguatan USD akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik juga berpotensi membatasi kenaikan Emas dalam jangka pendek. Oleh sebab itu, investor perlu mewaspadai volatilitas yang dapat muncul dari perkembangan konflik dan kebijakan ekonomi AS terhadap Iran.

Secara teknikal, struktur XAUUSD masih bullish setelah harga berhasil bertahan di atas area US$4.615–US$4.620 yang merupakan pertemuan SMA 200-hari dan Fibonacci retracement 61,8%. MACD tetap positif dan menguat, menunjukkan momentum kenaikan masih terjaga. Namun, RSI berada di 71,77, yang menandakan kondisi jenuh beli sehingga potensi koreksi tetap terbuka. Jika Emas mampu mempertahankan penguatan di atas US$4.684,43, target berikutnya berada di sekitar US$4.891,38. Sementara itu, support penting terletak di US$4.521,97–US$4.516,88, kemudian US$4.407,86 dan US$4.293,75. Selama harga bertahan di atas zona support utama, bias bullish masih menjadi skenario yang lebih dominan.


sumber : fxstreet