Minyak WTI Menguat, Selat Hormuz Jadi Penopang Harga Minyak

Harga WTI bertahan di sekitar US$85,45 per barel saat berita inni ditulis Pukul 13.35 WIB pada hari Selasa. setelah mencapai level tertinggi lebih dari dua pekan. Ketidakpastian terkait kebuntuan AS–Iran dan situasi Selat Hormuz terus menjaga premi risiko geopolitik, sehingga menjadi katalis utama bagi kenaikan harga minyak.

Secara teknikal, WTI masih memiliki bias bullish jangka pendek. RSI di sekitar 56 dan MACD yang berada di atas nol menunjukkan momentum kenaikan masih cukup sehat.

Resistance utama berada di US$86,65–US$86,70, yang menjadi pertemuan SMA 100-hari dan garis tren menurun. Jika berhasil ditembus, WTI berpeluang melanjutkan kenaikan menuju US$87,23 dan selanjutnya US$91,93.

Di sisi lain, support terdekat berada di US$82,53, kemudian US$76,72. Jika tekanan jual semakin kuat, harga berpotensi kembali menuju area US$73–74 dan bahkan menguji level di bawah US$70.

Secara keseluruhan, WTI masih bullish dalam jangka pendek, tetapi area US$86,65–US$87,23 menjadi zona resistance penting. Penembusan area tersebut dapat memperkuat peluang kenaikan menuju US$91,93, sedangkan kegagalan mempertahankannya berpotensi memicu koreksi.


sumber : fxstreet