Harga Emas Terkoreksi, Pasar Menanti Risalah The Fed

Emas (XAUUSD) mengalami koreksi ringan dan kembali berada di bawah US$4.400 setelah reli dua hari. Penguatan Dolar AS dan meningkatnya harga minyak akibat ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor utama yang menekan emas.

Risiko geopolitik di sekitar Selat Hormuz dan Bab al-Mandeb kembali meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi. Harga minyak yang lebih tinggi berpotensi menjaga tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki alasan untuk mempertahankan kebijakan ketat, bahkan membuka kemungkinan kenaikan suku bunga hingga akhir 2026.

Meski demikian, tekanan terhadap emas masih relatif terbatas. Data inflasi dan Penjualan Ritel AS yang lemah pada pekan sebelumnya telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Karena itu, perhatian utama pasar kini tertuju pada Risalah FOMC hari Rabu, yang dapat memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah kebijakan The Fed.

Secara teknikal, momentum emas masih cenderung bullish. RSI di 63,47 dan MACD positif menunjukkan bahwa koreksi saat ini masih berpotensi bersifat sementara. Resistance penting berada di sekitar US$4.450, dan penembusan kuat level tersebut dapat membuka peluang menuju US$4.508.

Sebaliknya, support terdekat berada di US$4.302, kemudian US$4.164. Jika tekanan jual semakin kuat, area US$3.942 menjadi support struktural berikutnya.

Secara keseluruhan, emas masih memiliki bias bullish, tetapi dalam jangka pendek menghadapi tekanan dari penguatan USD dan kenaikan harga minyak. US$4.450 menjadi level kunci untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik, sementara US$4.302 menjadi support penting yang perlu dipertahankan.


sumber : fxstreet