USD Tertekan, Pasar Menanti Data AS dan Perkembangan Timur Tengah
Dolar AS masih berada di bawah tekanan karena ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September terus menurun setelah data PPI AS menunjukkan perlambatan inflasi. Namun, sikap hawkish sejumlah pejabat The Fed dan ketegangan di Timur Tengah membatasi pelemahan USD.
Harga minyak kembali menguat di sekutar US$82 per barel karena ketidakpastian konflik dan blokade terhadap Iran meningkatkan risiko gangguan pasokan energi. Kondisi ini juga membuat emas sulit melanjutkan penguatannya dan XAUUSD kembali berada di bawah US$4.350.
Di pasar mata uang, USDJPY melemah di bawah 159,30 setelah muncul laporan bahwa Bank of Japan berpotensi menaikkan suku bunga paling cepat pada September. Sementara itu, EURUSD kembali mendekati 1,1550 dan GBPUSD bergerak di sekitar 1,3500.
Fokus utama pasar selanjutnya tertuju pada Penjualan Ritel AS dan Sentimen Konsumen University of Michigan, yang dapat memberikan petunjuk baru mengenai kondisi ekonomi dan arah kebijakan The Fed.
Secara keseluruhan, USD cenderung bearish dalam jangka pendek, tetapi risiko geopolitik dan sikap hawkish The Fed masih menjadi faktor penahan. Data ekonomi AS berikutnya akan menjadi katalis penting bagi arah USD, emas, dan pasar global.
sumber : fxstreet
