Harga Minyak Menguat di Tengah Ketegangan AS-Iran
Harga West Texas Intermediate (WTI) mengawali pekan dengan penguatan dan menyentuh level tertinggi dalam empat hari di tengah ketidakpastian terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. WTI diperdagangkan naik 1,49% ke level US78,16 per barel saat berita ini ditulis Pukul 13.10 WIB pada hari Senin.
Iran menyatakan bahwa pembicaraan dengan Oman mengenai pembentukan rute pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz hampir mencapai kesepakatan. Namun, Teheran tetap mensyaratkan penghentian blokade angkatan laut AS, pencabutan sanksi, serta kompensasi atas kerusakan akibat perang sebelum membuka jalur perairan tersebut sepenuhnya. Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim kembali melakukan serangan terhadap kilang Jazan milik Arab Saudi, sehingga premi risiko geopolitik masih menopang harga minyak.
Secara teknikal, WTI mempertahankan bias bullish moderat karena harga masih berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200 periode di US$76,80 dan level Fibonacci retracement 61,8% di US$76,42. Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 54, sedangkan Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di wilayah positif, menunjukkan momentum kenaikan masih tersedia namun belum memasuki kondisi berlebihan.
Jika penguatan berlanjut, resistance terdekat berada di level Fibonacci 50% sekitar US$79,43. Penembusan level tersebut berpotensi membuka ruang kenaikan menuju US$82,43 dan US$86,15. Area US$79,43 menjadi level penting yang perlu diperhatikan untuk mengonfirmasi keberlanjutan tren bullish.
Di sisi bawah, SMA 200 periode di US$76,80 dan level Fibonacci 61,8% di US$76,42 menjadi support utama. Penurunan yang meyakinkan di bawah area tersebut akan melemahkan bias bullish dan meningkatkan risiko terjadinya koreksi yang lebih dalam pada harga WTI.
sumber : fxstreet
