Harga Emas Melonjak, Setelah Harapan Terobosan Diplomatik AS-Iran
Harga emas dunia melonjak tinggi pada perdagangan Selasa (21/7/2026), setelah muncul harapan adanya terobosan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi meredakan konflik di Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters, optimisme tersebut diperkirakan dapat menekan harga energi sekaligus mengurangi ekspektasi kebijakan moneter agresif dari The Fed.
Harga emas spot ditutup melejit 1,75% menjadi $ 4.077,56 per troy ounce.
Analis Marex Edward Meir mengatakan reli tidak hanya terjadi pada emas, tetapi juga berbagai komoditas lain seiring meningkatnya harapan bahwa gencatan senjata di Timur Tengah mulai menemukan titik terang.
“Komoditas bergerak naik karena pasar mulai mengantisipasi kemungkinan tercapainya gencatan senjata di Timur Tengah,” ujar Meir.
Harapan pasar menguat setelah seorang pejabat senior Iran mengungkapkan kepada Reuters bahwa Teheran telah menerima usulan dari pihak mediator mengenai gencatan senjata selama 10 hari sebagai upaya menyelamatkan kesepakatan sementara yang tengah dibahas.
Sebelumnya, lonjakan harga minyak akibat terganggunya pasokan dari kawasan Teluk telah menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi sehingga meningkatkan ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi dalam waktu lebih lama.
Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga mengurangi daya tarik logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil.
Fokus investor kini beralih ke pertemuan kebijakan moneter The Fed yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Pasar juga akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mencari petunjuk arah suku bunga selanjutnya.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 68% bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga pada September.
Analis Commerzbank menilai, level psikologis $ 4.000 per troy ounce masih menjadi area penopang yang kuat bagi harga emas. Namun, kekhawatiran terhadap arah suku bunga AS diperkirakan akan membatasi ruang penguatan logam mulia dalam waktu dekat.
Sementara itu, logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan. Harga perak spot melonjak 4,24% dan ditutup di $ 58,76 per troy ounce.
sumber : investor.id
