Emas Menguat, Ditopang Pelemahan Dolar AS
Harga emas (XAUUSD) menguat pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, didorong oleh pelemahan sementara dolar AS serta aksi beli setelah harga emas mengalami tekanan tajam dalam beberapa hari sebelumnya. XAUUSD diperdagangkan naik 0,52% ke level $ 3.996,23 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.45 WIB. Investor memanfaatkan level harga yang lebih rendah sebagai peluang untuk kembali masuk ke pasar (buy on dip), sehingga mendorong rebound harga emas meskipun kenaikannya masih relatif terbatas.
Faktor utama yang menopang penguatan emas adalah meredanya tekanan dari dolar AS setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi. Inflasi yang melandai sempat menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury), sehingga mengurangi opportunity cost dalam memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas. Kondisi tersebut meningkatkan minat investor terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai (safe haven), walaupun pasar masih berhati-hati terhadap prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Selain itu, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor pendukung harga emas. Konflik yang berlanjut di kawasan tersebut terus menjaga permintaan terhadap aset aman. Meski demikian, kenaikan emas tertahan karena harga minyak yang lebih tinggi kembali memicu kekhawatiran inflasi global. Kekhawatiran tersebut membuat pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama, sehingga membatasi ruang penguatan emas.
Dari sisi sentimen pasar, investor juga melakukan aksi penyeimbangan portofolio menjelang penutupan pekan. Setelah penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir, banyak pelaku pasar memilih mengunci posisi jual dan kembali mengakumulasi emas pada harga yang dianggap lebih menarik. Aksi short covering dan pembelian spekulatif inilah yang memberikan dorongan tambahan terhadap pergerakan XAU/USD pada sesi perdagangan Jumat.
Menurut Tony Sage, Senior Market Analyst sekaligus Executive Chairman Critical Metals Corp, permintaan emas dari bank-bank sentral dunia diperkirakan akan tetap menjadi pendorong struktural bagi harga emas dalam jangka panjang. Ia menilai bahwa pembelian emas oleh bank sentral akan membantu membatasi tekanan penurunan harga, meskipun dalam jangka pendek pasar masih dibayangi ekspektasi suku bunga Federal Reserve yang tinggi dan volatilitas pasar global. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa fundamental jangka panjang emas masih tetap positif, walaupun pergerakan harian tetap sangat dipengaruhi oleh arah dolar AS, imbal hasil obligasi, dan perkembangan geopolitik.
sumber : reuters
