Harga Emas Anjlok Parah, Setelah Ancaman Trump
Harga emas dunia anjlok parah pada perdagangan Senin (13/7/2026) waktu Amerika Serikat (AS), bahkan sempat terperosok ke bawah level psikologis $ 4.000 per troy ounce. Aksi jual emas besar-besaran tersebut dipicu lonjakan harga minyak setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade terhadap Iran, yang memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi The Fed.
Harga emas spot ditutup ambruk 2,62% $ 4.000,73 per troy ounce, dan sempat menyentuh level terendah sejak 1 Juli 2026.
Dikutip dari Reteurs, Trump mengumumkan kembali penerapan blokade terhadap pengiriman kapal Iran melalui Selat Hormuz setelah Teheran mengklaim telah menutup jalur pelayaran strategis tersebut.
Pengumuman Trump langsung mendorong harga minyak dunia melonjak sekitar 9%. Kenaikan harga energi itu memunculkan kekhawatiran baru terhadap inflasi, sehingga pasar mulai memperhitungkan peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan kembali menaikkan suku bunga.
“Reli harga minyak akibat konflik di Timur Tengah membuka peluang pengetatan kebijakan moneter The Fed. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas,” ujar analis pasar Forex.com Fawad Razaqzada.
Menurut dia, jika harga minyak terus melanjutkan penguatannya, emas berpotensi turun ke kisaran $ 3.800 per troy ounce dalam jangka pendek. Bahkan, harga bisa merosot hingga $ 3.500 apabila tekanan jual semakin meningkat.
Kenaikan harga minyak dinilai berpotensi mendorong inflasi melalui naiknya biaya energi dan transportasi. Kondisi tersebut dapat memaksa bank sentral AS mempertahankan kebijakan moneter yang ketat lebih lama.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 75% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang.
Perhatian investor kini tertuju pada kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres AS pada Selasa (14/7/2026) waktu setempat. Pasar akan mencermati pernyataannya untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.
Selain itu, investor juga menunggu serangkaian data ekonomi penting AS pekan ini, mulai dari inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI), inflasi produsen (Producer Price Index/PPI), penjualan ritel Juni, hingga klaim tunjangan pengangguran mingguan.
Pelemahan tidak hanya terjadi pada emas. Harga perak spot jeblok 3,65% dan ditutup di $ 57,61 per troy ounce.
sumber : investor.id
