Harga Emas Berbalik Naik, Usai Data Ketenagakerjaan AS dan Pernyataan Warsh

Harga emas dunia berbalik naik pada perdagangan Rabu (1/7/2026), setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan melemah dan pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh memperkuat ekspektasi bahwa tekanan inflasi mulai mereda.

Harga emas spot ditutup naik 0,59% menjadi $ 4.030,98 per troy ounce, setelah sempat menyentuh level terendah sejak November 2025 pada hari sebelumnya.

Analis logam mulia independen Tai Wong mengatakan, kenaikan emas dipicu kombinasi data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan serta komentar Warsh yang mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

“Data ADP yang lebih rendah dari ekspektasi menjadi pemicu awal, kemudian komentar Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai meredanya tekanan inflasi membuat imbal hasil obligasi turun dan mengangkat harga emas,” ujar Wong dikutip dari Reuters.

Wong menilai, emas berpeluang membentuk dasar penguatan jangka pendek, kecuali jika laporan nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis Kamis menunjukkan hasil yang jauh lebih kuat dari perkiraan pasar.

Laporan ADP National Employment menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 98.000 lapangan kerja pada Juni, lebih rendah dibandingkan proyeksi ekonom yang memperkirakan kenaikan 118.000 pekerjaan. Pada Mei, pertumbuhan lapangan kerja tercatat 122.000.

Di sisi lain, Warsh menyatakan, ekspektasi inflasi dan risiko inflasi telah menurun dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, ia menegaskan The Fed tetap berkomitmen mengembalikan inflasi ke target 2%.

Pernyataan tersebut memicu penurunan imbal hasil obligasi AS sehingga meningkatkan daya tarik emas, yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Meski demikian, pelaku pasar masih memperkirakan peluang sekitar 65% bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada September, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Dari sisi geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada perundingan teknis antara Amerika Serikat dan Iran di Doha. Kedua negara membahas kelancaran pelayaran di Selat Hormuz serta upaya mewujudkan gencatan senjata yang lebih permanen.

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga menguat. Harga perak spot meningkat 0,92% dan ditutup di $ 59,09 per troy ounce.


sumber : investor.id