Harga Emas Ambruk, Sentuh Level Terendah Tujuh Bulan

Harga emas dunia ambruk ke level terendah dalam lebih dari tujuh bulan pada perdagangan Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi pemicu utama tekanan terhadap logam mulia tersebut.

Harga emas spot ditutup ambrol merosot 2,7% menjadi $ 3.998,97 per troy ounce setelah sempat menyentuh level terendah sejak November 2025.

Dikutip dari Reuters, pelemahan emas terjadi seiring menguatnya dolar AS yang membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Di saat yang sama, pelaku pasar semakin yakin bahwa The Fed masih berpotensi menaikkan suku bunga tahun ini.

Ekspektasi tersebut menguat setelah bank sentral AS mengirimkan sinyal hawkish dalam pertemuan kebijakan moneternya terbaru. Kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang dipicu konflik Iran juga turut mendorong spekulasi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.

“Pasar kini mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada September. Kombinasi sikap hawkish The Fed, lonjakan dolar AS ke level tertinggi dalam 13 bulan, dan menurunnya ekspektasi inflasi memberikan tekanan besar terhadap logam mulia,” kata analis logam independen Tai Wong.

Meski demikian, ia menilai peluang kejatuhan emas yang lebih dalam masih terbatas. Menurutnya, terdapat area dukungan kuat di bawah $ 3.900 per troy ounce dan pembelian emas oleh bank sentral berbagai negara masih terus berlangsung.

“Emas kemungkinan akan memasuki fase konsolidasi yang cukup panjang karena minat investor terhadap aset ini mulai berkurang,” ujarnya.

Secara historis, kenaikan suku bunga cenderung menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.

Sejak mencetak rekor tertinggi di $ 5.598,02 per troy ounce pada akhir Januari 2026, harga emas kini telah terkoreksi lebih dari $ 1.600 per troy ounce.

Melihat tren tersebut, analis ING memangkas proyeksi harga emas untuk paruh kedua tahun ini. ING kini memperkirakan rata-rata harga emas berada di kisaran $ 4.300 per troy ounce pada kuartal III-2026 dan $ 4.600 per troy ounce pada kuartal IV-2026.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya masing-masing $ 4.850 per troy ounce dan $ 5.000 per troy ounce.

Pelaku pasar kini menanti data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis Kamis (25/6/2026). Data inflasi favorit The Fed tersebut dinilai dapat menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga ke depan.

Analis Senior FXTM Lukman Otunuga mengatakan, sinyal hawkish tambahan dari pejabat The Fed atau data ekonomi yang mendukung kenaikan suku bunga berpotensi memperpanjang tekanan terhadap harga emas.

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mengalami pelemahan tajam. Harga perak spot ambles 6,75% dan ditutup di $ 57,4 per troy ounce dan sempat menyentuh level terendah sejak November 2025.


sumber : investor.id