Harga Emas Menguat, Seiring Kemajuan Perundingan Damai AS-Iran

Harga emas dunia kembali naik pada perdagangan Senin (22/6/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari sepekan pada hari sebelumnya. Penguatan logam mulia terjadi di tengah meredanya harga minyak dunia seiring kemajuan pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Harga emas spot ditutup naik 0,75% menjadi $ 4.191,27 per troy ounce. Sebelumnya, emas sempat jatuh ke level terendah sejak 11 Juni 2026.

“Harga energi akan tetap menjadi penggerak utama pasar logam mulia dalam jangka pendek,” kata analis Saxo Bank Ole Hansen dikutip dari Reuters.

Menurut dia, pembicaraan antara AS dan Iran di Swiss yang masih berlangsung menunjukkan arah positif menuju kesepakatan. “Kesepakatan tersebut pada dasarnya akan menambah pasokan minyak mentah ke pasar global,” ujar Hansen.

Hansen menambahkan, prospek bertambahnya pasokan minyak tersebut memberikan tekanan pada harga minyak mentah dan pada saat yang sama mendukung pergerakan harga emas.

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut, pertemuan dengan pejabat Iran di Swiss telah menghasilkan fondasi yang baik menuju kesepakatan damai final, meskipun sejumlah isu sensitif seperti Selat Hormuz dan Lebanon masih menjadi pembahasan.

Sentimen tersebut langsung memukul pasar energi. Harga minyak Brent tercatat anjlok lebih dari 3% setelah pernyataan tersebut disampaikan.

Di sisi lain, pasar juga mencermati arah kebijakan moneter AS. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai 89%, meningkat dari 61% sebelum pertemuan bank sentral AS pekan lalu.

Dari total 19 pejabat The Fed, sembilan di antaranya masih memandang kenaikan suku bunga diperlukan pada tahun ini.

Prospek suku bunga yang lebih tinggi menjadi faktor yang membatasi kenaikan emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga meningkat karena investor dapat memperoleh return lebih tinggi dari instrumen berbunga.

Sementara itu, Bank of America dalam riset terbarunya menyatakan, target harga emas di level $ 6.000 per troy ounce masih sulit tercapai dalam waktu dekat. Menurut bank investasi tersebut, pasar harus sepenuhnya menghapus ekspektasi kenaikan suku bunga agar harga emas dapat menembus level tersebut.

Meski demikian, Bank of America menilai faktor utama yang mendukung prospek bullish emas masih tetap berlaku, yakni kebijakan makroekonomi AS yang dinilai tidak konvensional dan berpotensi meningkatkan permintaan aset lindung nilai.

Selain emas, harga perak spot turut menguat 0,28% dan ditutup di $ 65,07 per troy ounce.


sumber : reuters