Harga Emas Ditutup Naik, Optimisme Kesepakatan Damai Sementara AS-Iran
Harga emas dunia melonjak lagi pada perdagangan Selasa (16/6/2026), lanjutkan tren penguatan dalam empat hari beruntun. Penguatan itu terjadi seiring optimisme terhadap kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meredakan kekhawatiran inflasi global.
Dikutip dari Reuters, kondisi tersebut mendorong pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini.
Harga emas spot ditutup naik 0,51% menjadi $ 4.331,1 per troy ounce. Logam mulia bahkan sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni 2026 pada hari sebelumnya.
Sentimen positif bagi emas muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan sementara dengan Iran.
Perjanjian tersebut memperpanjang gencatan senjata yang sebelumnya disepakati pada April selama 60 hari tambahan, sekaligus membuka kembali Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir menjadi titik ketegangan geopolitik.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan, prospek tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran menjadi faktor utama yang menopang harga emas dalam dua hari terakhir.
“Kesepakatan ini memicu penurunan suku bunga jangka pendek dan harga energi. Akibatnya, peluang The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga tahun ini menjadi lebih kecil,” ujar Meger.
Perkembangan diplomatik tersebut langsung berdampak pada pasar energi. Harga minyak Brent turun di bawah US$ 80 per barel untuk pertama kalinya sejak awal Maret, setelah anjlok hampir 5% pada perdagangan Senin menyusul pengumuman kesepakatan sementara AS-Iran.
Turunnya harga minyak membuat tekanan inflasi global mereda. Kondisi ini mengurangi kebutuhan The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat dalam jangka panjang.
Data CME FedWatch menunjukkan pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember hanya sekitar 60%, turun dari sekitar 70% pada pekan lalu.
Sebelumnya, konflik antara AS, Israel, dan Iran sempat membebani pasar emas. Lonjakan harga energi akibat perang meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Meski emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, aset ini cenderung kurang menarik saat suku bunga berada pada level tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke rangkaian rapat bank sentral utama dunia pekan ini, terutama keputusan suku bunga The Fed yang akan diumumkan Rabu (17/6/2026) waktu setempat. Pertemuan tersebut menjadi yang pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.
Selain emas, logam mulia lainnya juga mencatat penguatan. Harga perak spot naik 0,06% dan ditutup di $ 70 per troy ounce.
sumber : investor.id
