Harga Emas Ditutup Naik, Sentuh Level Tertinggi Sepekan

Harga emas dunia melonjak untuk hari ketiga berturut-turut dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari sepekan pada perdagangan Senin (15/6/2026).

Dikutip dari CNBC internasional, kenaikan terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati kerangka perdamaian untuk mengakhiri konflik yang selama ini memicu ketidakpastian pasar global.

Harga emas spot melejit 2,34% dan ditutup di $ 4.308,99 per troy ounce, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni 2026.

Penguatan emas juga didukung pelemahan indeks dolar AS sebesar 0,1%, yang membuat logam mulia tersebut menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Seorang pejabat AS mengungkapkan, nota kesepahaman untuk mengakhiri perang telah ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, serta Ketua Parlemen Iran.

Sebelumnya, kedua pihak telah mengindikasikan bahwa penandatanganan resmi akan dilakukan dalam sebuah seremoni di Jenewa pada Jumat mendatang.

Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures Phillip Streible mengatakan, pasar emas mulai mengabaikan risiko konflik dan kembali fokus pada faktor fundamental.

“Pasar emas mulai mengeluarkan faktor konflik dari perhitungan harga. Kabar perdamaian menekan imbal hasil obligasi AS, dolar, dan harga minyak, yang sebelumnya menjadi sumber utama risiko inflasi,” ujar Streible.

Sejak konflik Iran pecah, emas sempat menghadapi tekanan karena lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan peluang kenaikan suku bunga. Kondisi tersebut biasanya menjadi sentimen negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Namun setelah tercapainya kesepakatan damai, pelaku pasar mulai memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada Desember. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga turun menjadi 58% dari hampir 70% pada pekan lalu.

Perhatian investor kini tertuju pada pertemuan The Fed pada 16-17 Juni mendatang. Ini akan menjadi rapat kebijakan pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh.

Menurut Streible, arah pergerakan emas selanjutnya akan sangat ditentukan oleh sinyal yang diberikan bank sentral AS terkait jalur suku bunga ke depan. “Pergerakan emas berikutnya sangat bergantung pada Warsh, nada pernyataannya, dan pandangannya mengenai arah suku bunga,” kata dia.

Di sisi lain, Singapura mengumumkan rencana membentuk sistem kliring emas over-the-counter (OTC) serta layanan penyimpanan emas bagi bank sentral. Langkah tersebut diperkirakan semakin memperkuat posisi negara kota itu sebagai pusat perdagangan emas global.

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan signifikan. Harga perak spot melonjak 2,91% dan ditutup di $ 69,94 per troy ounce.


sumber : investor.id