Indeks Dolar Goyah Jelang NFP AS, Pasar Bersiap Hadapi Volatilitas Tinggi
Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan melemah seiring meningkatnya sikap hati-hati investor menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang sangat dinantikan, yaitu Non-Farm Payrolls (NFP), Average Hourly Earnings, dan Unemployment Rate. DXY diperdagangkan turun tipis 0,05% ke level 99,38 saat berita ini ditulis Pukul 13.20 WIB pada hari Jumat. Pasar menilai laporan tersebut akan menjadi penentu penting bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang. Konsensus pasar memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat dibanding bulan sebelumnya, sehingga mendorong sebagian pelaku pasar mengurangi eksposur terhadap dolar AS sebelum data dirilis.
Tekanan terhadap DXY juga muncul akibat aksi profit taking setelah dolar mencatat penguatan dalam beberapa sesi terakhir. Penguatan dolar sebelumnya didukung oleh data ADP Employment Change dan ISM Services PMI yang menunjukkan ketahanan ekonomi AS. Namun menjelang NFP, investor memilih mengamankan keuntungan sambil menunggu konfirmasi apakah pasar tenaga kerja masih cukup kuat untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.
Selain itu, sebagian pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan bahwa perlambatan pasar tenaga kerja dapat meningkatkan peluang pelonggaran kebijakan moneter pada paruh kedua tahun 2026. Walaupun inflasi masih menjadi perhatian utama Federal Reserve, tanda-tanda moderasi pada perekrutan tenaga kerja dapat mengurangi tekanan bagi bank sentral untuk mempertahankan sikap yang terlalu agresif. Sentimen ini membuat permintaan terhadap dolar sedikit berkurang pada perdagangan Asia dan awal sesi Eropa.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS bergerak relatif stabil setelah mengalami kenaikan dalam beberapa hari sebelumnya. Stabilnya yield membuat daya tarik dolar sedikit berkurang dibandingkan saat pasar secara agresif membeli aset berbasis dolar. Investor kini lebih fokus pada data fundamental yang akan dirilis beberapa jam kemudian daripada membangun posisi spekulatif baru.
Menurut Karl Schamotta, Analis Market Independent, ketahanan ekonomi Amerika Serikat sejauh ini masih cukup kuat, namun arah dolar dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada data ekonomi terbaru dan ekspektasi suku bunga The Fed. Ia menilai pasar saat ini sangat sensitif terhadap setiap petunjuk yang dapat mengubah proyeksi kebijakan moneter, sehingga volatilitas dolar berpotensi meningkat setelah data tenaga kerja dirilis.
Secara keseluruhan, pelemahan DXY lebih disebabkan oleh sikap wait and see investor menjelang laporan NFP, aksi ambil untung setelah penguatan sebelumnya, serta meningkatnya spekulasi mengenai arah kebijakan Federal Reserve. Fokus utama pasar akan tertuju pada hasil NFP, tingkat pengangguran, dan pertumbuhan upah, yang berpotensi menjadi katalis besar bagi pergerakan dolar AS hingga pekan depan.
sumber : reuters
