Dolar Tertekan Jelang Data Ketenagakerjaan AS, Ekspektasi The Fed Kembali Membebaninya
Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan melemah pada Selasa, 2 Juni 2026 pukul 13.30 WIB karena pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi penguatan dolar menjelang serangkaian data penting pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang akan dirilis sepanjang pekan ini. DXY diperdagangkan turun 0,14 % ke level 99. Investor saat ini fokus pada data JOLTS Job Openings, ADP Nonfarm Employment Change, hingga laporan Non-Farm Payrolls (NFP) yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter Federal Reserve selanjutnya.
Salah satu faktor utama yang menekan DXY adalah meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi melonggarkan kebijakan moneternya apabila data tenaga kerja menunjukkan perlambatan ekonomi yang lebih nyata. Meskipun suku bunga masih berada pada level relatif tinggi, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi ini mengurangi daya tarik aset berbasis dolar dan mendorong investor mencari alternatif pada mata uang serta aset berisiko lainnya.
Selain itu, sentimen risiko global mengalami perbaikan setelah meredanya sebagian ketegangan geopolitik di Timur Tengah dibanding beberapa pekan sebelumnya. Berkurangnya permintaan terhadap aset safe haven menyebabkan aliran dana yang sebelumnya masuk ke dolar AS mulai berpindah ke pasar saham, komoditas, dan mata uang berimbal hasil lebih tinggi. Pelemahan permintaan safe haven ini turut menjadi faktor yang membebani pergerakan DXY pada sesi perdagangan hari ini.
Di sisi lain, pasar juga mencermati perkembangan kebijakan perdagangan dan tarif Amerika Serikat yang masih menimbulkan ketidakpastian terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik. Kekhawatiran bahwa kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis dapat memperlambat aktivitas ekonomi membuat sebagian investor memilih mengurangi eksposur terhadap dolar AS. Faktor ini memperkuat tekanan jual yang sudah muncul akibat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih dovish.
Meski demikian, pelemahan DXY masih relatif terbatas karena data manufaktur AS yang dirilis sehari sebelumnya menunjukkan kinerja yang cukup kuat. Indeks PMI Manufaktur ISM naik ke level tertinggi dalam empat tahun, mengindikasikan bahwa sektor manufaktur masih tumbuh solid. Namun untuk sementara waktu, pasar lebih memilih menunggu konfirmasi dari data ketenagakerjaan sebelum kembali membangun posisi beli dolar dalam jumlah besar.
Secara keseluruhan, pelemahan Indeks Dolar AS lebih banyak dipicu oleh kombinasi ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed, membaiknya sentimen risiko global, serta sikap wait and see investor menjelang data ketenagakerjaan AS yang sangat krusial minggu ini. Jika data tenaga kerja keluar lebih lemah dari perkiraan, tekanan terhadap DXY berpotensi berlanjut. Sebaliknya, data yang lebih kuat dapat memicu rebound dolar dalam jangka pendek.
sumber : reuters
