De-eskalasi Semu di Timur Tengah, Picu Aksi Ambil Untung pada Emas
Pelemahan harga emas (XAUUSD) yang terjadi pada siang hari ini utamanya dipicu oleh perkembangan terbaru dari dinamika geopolitik di Timur Tengah. XAUUSD diperdagangkan turun 0,71% ke level $4.531,66 per troy ounce saat berita ini ditulis Pukul 13.40 WIB pada hari Selasa. Optimisme pasar sempat meningkat menyusul laporan mengenai kemajuan signifikan dalam negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz melalui draf gencatan senjata selama 60 hari. Hambatan atau de-eskalasi dari konflik ini secara langsung mengurangi daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven), sehingga memicu aksi ambil untung (profit taking) oleh para pelaku pasar setelah emas sempat bertengger di kisaran $4.550 – $4.560 per troy ounce.
Namun, penurunan harga emas ke area $4.536 – $4.540 per troy ounce pada siang ini juga diperparah oleh sentimen ketidakpastian yang mendadak kembali mencuat akibat serangan udara AS di wilayah Selat Hormuz. Serangan tersebut dinilai para pengamat berisiko merusak jalannya meja perundingan damai. Alih-alih memicu pembelian safe haven baru secara agresif, situasi ini justru memicu kekhawatiran pasar bahwa konflik yang berkepanjangan akan terus menahan harga energi (minyak mentah) di level tinggi, yang pada gilirannya akan menjaga risiko inflasi global tetap berada di zona kritis.
Dari sisi kebijakan moneter, faktor inflasi yang keras kepala ini memperkuat posisi bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), untuk tetap mempertahankan sikap kontraktif (hawkish). Terlebih dengan dilantiknya Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed yang baru, pasar mengekspektasikan pengetatan moneter yang lebih disiplin untuk meredam krisis energi. Ekspektasi bahwa suku bunga acuan AS akan dipertahankan tinggi untuk waktu yang lebih lama—bahkan adanya peluang kenaikan suku bunga lanjutan—menjadi beban berat bagi emas, mengingat emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga (non-yielding asset).
Selain itu, kondisi likuiditas pasar global pada hari ini cenderung lebih tipis menyusul liburnya pasar keuangan Amerika Serikat dalam rangka memperingati Memorial Day pada awal pekan kemarin. Liburnya bursa utama ini membuat volume perdagangan di pasar spot Asia-Eropa menjadi lebih rendah dari biasanya. Dalam kondisi pasar yang sepi seperti siang ini, pergerakan harga sering kali didominasi oleh aliran pesanan algoritmik (algorithmic order flow) yang membersihkan ketidakseimbangan struktural jangka pendek, sehingga menekan teknikal emas menuju area support terdekatnya di kisaran $4.520 – $4.495.
Secara keseluruhan, pelemahan XAUUSD saat ini mencerminkan tarik-menarik yang sengit antara ekspektasi de-eskalasi geopolitik dan kekhawatiran inflasi jangka panjang yang direspon dengan tingginya imbal hasil obligasi. Meskipun tren sekuler emas dalam satu tahun terakhir masih mencatatkan kenaikan yang signifikan, tekanan dari tingginya suku bunga global dan perubahan arah angin geopolitik di Timur Tengah menjadi jangkar utama yang menahan laju pemulihan emas pada paruh hari ini.
sumber :reuters
