Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi Sepekan, Seiring Optimisme Harapan Kesepakatan Damai
Harga emas dunia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan pada perdagangan Rabu (6/5/2026), seiring meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sentimen ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi dan potensi suku bunga tinggi yang berkepanjangan.
Harga emas spot ditutup melonjak 2,93% di US$ 4.690,8 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 27 April 2026.
Dikutip dari Reuters, penguatan emas turut didorong pelemahan indeks dolar AS yang turun 0,4%, sehingga membuat logam mulia yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya.
Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan, optimisme terhadap kesepakatan akhir antara AS dan Iran memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emas.
“Penurunan harga minyak, meredanya kekhawatiran inflasi, serta perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed turut mendorong pergerakan emas,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan pasar belum sepenuhnya keluar dari ketidakpastian. Pergerakan harga emas masih akan sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Dari sisi geopolitik, Iran dilaporkan tengah meninjau proposal baru dari AS. Sejumlah sumber menyebut Washington dan Teheran sedang menyusun nota kesepahaman singkat untuk mengakhiri konflik di kawasan Teluk, sementara isu kompleks seperti program nuklir Iran akan dibahas pada tahap selanjutnya.
Laporan potensi kesepakatan ini turut menekan harga minyak global. Minyak mentah Brent dilaporkan turun ke kisaran US$ 100 per barel.
Sebagai catatan, kenaikan harga minyak biasanya memicu inflasi dan mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi. Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas cenderung kurang diminati karena tidak memberikan imbal hasil bunga.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data ketenagakerjaan AS yang akan diumumkan Jumat pekan ini. Data tersebut menjadi indikator penting untuk menilai kekuatan ekonomi AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Laporan ADP National Employment sebelumnya menunjukkan penambahan tenaga kerja sektor swasta AS pada April meningkat melampaui ekspektasi.
Tidak hanya emas, logam mulia lainnya juga mencatatkan penguatan signifikan. Harga perak melonjak 6,2% dan ditutup di US$ 77,32 per ons.
sumber : investor.id
