Emas dalam Cengkeraman "Higher for Longer", Menakar Nyali Emas di Hadapan The Fed

Pasar emas (XAUUSD) pada perdagangan tanggal 29 April 2026 terpantau bergerak dalam zona konsolidasi yang cenderung stabil namun waspada. XAUUSD diperdagangkan turun 0,57% di level $4.570,35 per barel saat berita ini ditulis Pukul 15.50 WIB pada hari Rabu, setelah sempat menyentuh titik terendah bulanan pada hari sebelumnya. Fokus utama para pelaku pasar hari ini tertuju sepenuhnya pada pengumuman kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed) serta pidato Jerome Powell yang dijadwalkan nanti malam. Penantian ini membuat volatilitas pasar sedikit mereda karena investor enggan mengambil posisi besar sebelum mendapatkan sinyal yang jelas mengenai arah suku bunga.

Faktor utama yang menekan daya tarik emas dalam jangka pendek adalah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan tetap mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% – 3,75%. Dengan probabilitas mencapai 99,5% untuk tidak ada perubahan suku bunga, fokus pasar beralih pada “Dot Plot” dan pernyataan Powell mengenai prospek pemangkasan di sisa tahun 2026. Munculnya kekhawatiran akan kebijakan yang tetap hawkish muncul akibat inflasi energi yang kembali memanas, dipicu oleh konflik yang belum mereda di Timur Tengah, khususnya situasi di Iran yang menghambat proses penurunan inflasi menuju target 2%.

Dari sisi geopolitik, emas masih mendapatkan dukungan sebagai aset safe-haven akibat kebuntuan dalam pembicaraan damai terkait konflik Iran. Laporan mengenai blokade pelabuhan oleh Amerika Serikat telah menjaga harga minyak mentah tetap tinggi di atas $111 per barel, yang secara tidak langsung menciptakan tekanan inflasi global. Kondisi ini menciptakan dilema bagi emas; di satu sisi, ketidakpastian perang mendukung permintaan fisik, namun di sisi lain, tingginya harga komoditas energi memperkuat alasan bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi yang biasanya membebani emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Selain faktor bank sentral AS, data fundamental dari Asia juga memberikan pengaruh signifikan. Bank Sentral China (PBOC) dan beberapa bank sentral global lainnya dilaporkan masih terus melakukan diversifikasi cadangan devisa ke dalam bentuk emas, meskipun volumenya sedikit melandai dibandingkan kuartal sebelumnya. Permintaan ritel di China juga tetap kuat di tengah ekspektasi stimulus fiskal dari pemerintah setempat. Goldman Sachs bahkan tetap memproyeksikan emas dapat mencapai kembali level $5.400 pada akhir tahun jika diversifikasi bank sentral terus berlanjut di tengah ketidakpastian kebijakan tarif global.

Secara keseluruhan, arah pergerakan XAUUSD dalam 24 jam ke depan akan sangat bergantung pada nada bicara Jerome Powell. Jika Fed memberikan sinyal bahwa pintu untuk pemangkasan suku bunga tahun ini tetap terbuka meski inflasi masih lengket, emas berpotensi melakukan rebound menuju area resistansi $4.640 – $4.670. Sebaliknya, jika Powell menegaskan bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama (higher for longer) karena guncangan energi, emas rentan mengalami likuidasi lebih lanjut menuju zona dukungan kuat di level $4.550, yang merupakan basis konsolidasi penting dalam struktur pasar saat ini.


sumber : reuters