Harga Emas Ditutup Naik, tapi Catat Pelemahan Mingguan Pertama Dalam Lima Pekan

Harga emas dunia ditutup naik pada perdagangan Jumat (24/4/2026), namun mencatat pelemahan mingguan pertama dalam lima pekan. Tekanan datang dari kekhawatiran inflasi yang masih bertahan serta ketidakpastian konflik Amerika Serikat (AS) – Iran yang terus membayangi pasar global.

Harga emas spot ditutup naik 0,48% menjadi US$ 4.716,87 per ons. Sebelumnya, harga sempat menguat lebih dari 1% dalam sesi perdagangan. Meski demikian, secara akumulatif dalam sepekan, emas terkoreksi lebih dari 2%.

Dikutip dari Reuters, logam mulia ini sempat tertekan sepanjang Maret akibat meningkatnya ketegangan perang AS–Iran yang memperkuat dolar AS serta memicu kekhawatiran inflasi global, sehingga menekan permintaan emas.

Dalam beberapa waktu terakhir, konflik tersebut relatif stagnan. Namun, Selat Hormuz, jalur minyak strategis dunia, masih ditutup, meskipun intensitas serangan militer mulai menurun. Kondisi ini membuat investor bergantung pada perkembangan berita serta pernyataan Presiden AS Donald Trump yang kerap memicu volatilitas pasar.

“Pasar saat ini sangat digerakkan oleh berita karena ketidakpastian yang tinggi. Arah kabar terbaru cenderung mengarah pada potensi kesepakatan damai dengan Iran, sehingga sentimen pasar sedikit membaik,” ujar Senior Market Strategist RJO Futures Daniel Pavilonis.

Harga minyak dunia turut bergerak fluktuatif. Meski melemah pada Jumat, minyak mencatat kenaikan signifikan sepanjang pekan setelah gagalnya putaran kedua perundingan AS–Iran serta meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz.

Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi, yang meningkatkan peluang kenaikan suku bunga. Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

“Harga emas melemah minggu ini karena harga minyak naik, begitu juga ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, penguatan dolar, dan kenaikan imbal hasil obligasi,” jelas analis UBS, Giovanni Staunovo.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tercatat naik 1,5% dalam sepekan, meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas. Di sisi lain, indeks dolar juga berada di jalur penguatan mingguan pertama dalam tiga pekan, membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor non-dolar.

Selain emas, sejumlah logam mulia lainnya turut mencatat penguatan. Harga perak naik 0,74% dan ditutup di US$ 75,97 per ons.


sumber : investor.id