Harga Emas Ditutup Menguat di hari Rabu, Didorong Aksi Bargain Hunting Investor
Harga emas dunia kembali menguat pada Rabu (22/4/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam sepekan. Kenaikan ini didorong aksi beli investor yang memanfaatkan harga murah (bargain hunting), di tengah ketidakpastian geopolitik dan belum jelasnya kelanjutan perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Harga emas spot ditutup menguat 0,42% menjadi US$ 4.740,14 per ons. Bahkan, di awal perdagangan, emas sempat melonjak hingga 1%. Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya logam mulia mencatat penurunan harian terbesar sejak 26 Maret 2026.
Dikutip dari Reuters, analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff mengatakan, kenaikan harga emas saat ini didorong aksi beli setelah penurunan tajam sehari sebelumnya. Investor memanfaatkan momentum pelemahan harga untuk masuk kembali ke pasar.
Di sisi lain, sentimen geopolitik masih menjadi perhatian utama pasar. Iran dilaporkan menyita dua kapal di Selat Hormuz, sementara Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa blokade terhadap Iran akan tetap berlanjut. Hingga kini, belum ada kepastian terkait jadwal dimulainya kembali perundingan damai antara kedua negara.
Ketegangan juga meningkat di kawasan Timur Tengah lainnya. Gencatan senjata antara Israel dan Lebanon kembali tertekan setelah serangan drone Israel menewaskan sedikitnya tiga orang di Lebanon.
Kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek menilai, harga emas mendapat sedikit dorongan dari harapan meredanya ketegangan di Selat Hormuz. Namun, ia menegaskan bahwa situasi masih sangat rapuh dan penuh ketidakpastian.
Secara keseluruhan, harga emas tercatat telah turun sekitar 11% sejak pecahnya konflik antara AS dan Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu. Lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi turut menjadi faktor penekan.
Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga justru dapat mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Dari sisi kebijakan moneter, calon Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan, tidak memberikan janji kepada Trump terkait pemangkasan suku bunga. Ia menegaskan akan tetap menjaga independensi dalam menjalankan kebijakan, meski terbuka terhadap reformasi yang lebih luas.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot melesat 1,35% dan ditutup di US$ 77,68 per ons.
sumber : investor.id
