Harga Emas Anjlok, Tertekan Penguatan Dolar AS dan Lonjakan Harga Minyak
Harga emas dunia anjlok pada perdagangan Kamis (2/4/2026), tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan lonjakan harga minyak di tengah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Harga emas spot ditutup anjlok 1,73% dan ditutup level US$ 4.676 per ons.
Dikutip dari CNBC internasional, tekanan terhadap emas terjadi seiring menguatnya dolar AS, yang membuat logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Sentimen pasar juga dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang menegaskan bahwa negaranya akan melanjutkan serangan terhadap Iran. Pernyataan ini memicu kekhawatiran inflasi dan memperbesar ekspektasi suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.
Direktur perdagangan logam High Ridge Futures David Meger mengatakan, pasar saat ini sangat fokus pada pernyataan Trump yang belum memberikan sinyal penyelesaian cepat atas konflik energi. Kondisi ini menekan harga emas dan perak karena peluang penurunan suku bunga semakin kecil.
Dalam pidatonya, Trump menyebut operasi militer AS di Iran hampir mencapai target, namun belum memberikan kepastian kapan konflik yang telah berlangsung selama sebulan itu akan berakhir. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus menggempur Iran.
Kenaikan harga minyak yang mengikuti eskalasi konflik turut memperparah tekanan terhadap emas. Harga energi yang tinggi berpotensi mendorong inflasi, sehingga bank sentral cenderung menahan suku bunga tetap tinggi lebih lama.
Padahal, meski dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas cenderung kurang diminati saat suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil. Sejak konflik Iran pecah pada 28 Februari, harga emas tercatat telah merosot sekitar 13%.
Dari sisi fundamental, sentimen negatif juga datang dari Turki. Cadangan emas bank sentral negara tersebut dilaporkan turun 69,1 ton menjadi 702,5 ton dalam sepekan terakhir. Secara kumulatif, penurunan dalam dua pekan terakhir mencapai lebih dari 118 ton, seiring upaya otoritas meredam dampak gejolak pasar akibat perang.
Di pasar Asia, harga emas diperdagangkan dengan harga premium di India untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir, didorong peningkatan permintaan setelah harga melemah. Sebaliknya, premi emas di China sedikit menurun karena pelaku pasar masih menunggu potensi koreksi lanjutan.
Sementara itu, logam mulia lainnya juga bergerak melemah. Harga perak spot terpangkas 2,82% dan ditutup di US$ 72,95 per ons.
sumber : investor.id
