Indeks Dolar Melemah di Tengah Perundingan Damai AS-Iran

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama melemah, diperdagangkan di sekitar 98,97 saat berita ini ditulis Pukul 15.40 WIB pada hari Rabu.

Greenback mengalami kesulitan di tengah laporan bahwa Washington sedang mengejar perundingan dengan Iran untuk meredakan konflik. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan Iran telah menawarkan isyarat itikad baik dalam negosiasi yang terkait dengan aliran energi yang melalui Selat Hormuz. Selain itu, media Israel mengindikasikan bahwa AS sedang mencari gencatan senjata selama satu bulan untuk memfasilitasi diskusi, sementara The New York Times melaporkan bahwa Washington telah mengajukan proposal 15 poin kepada Iran untuk menyelesaikan konflik.

Meski demikian, para pedagang tetap berhati-hati karena Iran menolak klaim AS tentang kemajuan diplomatik. Ketika para pejabat menyangkal adanya terobosan formal, sumber senior Iran mengonfirmasi bahwa pesan telah saling disampaikan melalui Pakistan, yang muncul sebagai mediator penting. Laporan juga menyebutkan bahwa pertemuan tatap muka bisa terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Sementara itu, Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, memperingatkan bahwa guncangan energi dapat menimbulkan risiko bagi kedua sisi mandat Federal Reserve. Ia mencatat bahwa prospek pemotongan suku bunga tetap tidak pasti dan akan bergantung pada durasi konflik serta kemajuan lebih lanjut dalam inflasi.

Selain itu, Gubernur The Fed, Michael Barr, mengatakan bank sentral mungkin perlu mempertahankan suku bunga untuk beberapa waktu sebelum mempertimbangkan pemotongan lebih lanjut, dengan alasan inflasi yang terus berlanjut di atas target 2% The Fed dan risiko yang timbul dari konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.


sumber : fxstreet