Harga Minyak Naik, Menyusul Serangan Iran ke UEA

Harga minyak dunia naik lebih dari 1% pada hari Selasa, 17 Maret 2026 menyusul serangan udara Iran yang kembali meningkat ke wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran tentang memburuknya prospek pasokan energi global menyusul perang AS-Israel dengan Iran, yang kini memasuki minggu ketiga.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 1,21, atau 1,3% dan ditutup di US$ 95,97 per barel.

Meskipun harga minyak berjangka belum kembali mendekati level US$120 per barel seperti awal bulan ini, serangan terhadap instalasi minyak oleh Iran dan gangguan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz telah mendorong para pedagang untuk bersiap menghadapi penurunan pasokan jangka panjang.

“Risikonya tetap nyata: Hanya dibutuhkan satu milisi Iran untuk menembakkan rudal atau menanam ranjau di kapal tanker yang lewat untuk kembali memicu seluruh situasi,” kata analis pasar IG, Tony Sycamore dalam sebuah catatan.

Dilaporkan, Iran memperbarui serangan terhadap wilayah Uni Emirat Arab pada hari Selasa (17/3), menyebabkan fasilitas minyak di pelabuhan Fujairah sebagian terhenti. Fujairah, yang terletak di Teluk Oman tepat di luar Selat Hormuz, merupakan titik keluar penting untuk volume minyak yang setara dengan sekitar 1% dari permintaan global.

Harga patokan minyak mentah Timur Tengah pun telah melonjak ke rekor tertinggi, menjadi minyak termahal di dunia.

“Meskipun kekhawatiran telah mereda tentang dampak langsung dari pasokan minyak mentah di Timur Tengah, para pedagang masih memperkirakan gangguannya akan parah,” kata bank investasi Cavendish dalam sebuah catatan.


sumber : investor.id