Ausie Dolar Turun, Meski RBA Naikkan Suku Bunga 25 bp
Pasangan mata uang AUDUSD turun, diperdagangkan di 0,7060 saat berita ini ditulis Pukul 13.25 WIB pada hari Selasa. Dolar Australia (AUD) melemah terhadap Dolar AS (USD) setelah keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA).
Sesuai dengan yang diprakirakan, RBA menaikkan Official Cash Rate (OCR) sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 4,10% dari 3,85% setelah menyelesaikan pertemuan kebijakan moneter bulan Maret. Gubernur RBA, Michele Bullock menjelaskan keputusan suku bunga ini tidak dibuat berdasarkan ekonomi yang kuat, tetapi di tengah lingkungan stagflasi. Gubernur Bullock juga tampaknya mengisyaratkan hal ini ketika dia mengatakan bahwa meskipun dia tidak ingin memicu resesi, mungkin perlu dalam keadaan tertentu.
“Secara keseluruhan, kesimpulan dari pertemuan hari ini adalah bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh RBA tentu saja berada dalam ranah kemungkinan, meskipun itu bukan skenario utama kami. Namun, kami terus berasumsi bahwa jika kenaikan lebih lanjut terjadi, tidak mungkin memiliki efek positif pada AUD, jelas Bullock.”
Semua perhatian akan tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS yang akan diumumkan pada hari Rabu. The Fed diprakirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah di kisaran saat ini yaitu 3,50% hingga 3,75% saat menyelesaikan pertemuan dua harinya pada hari Rabu.
Kenaikan harga energi sejak awal perang Iran telah mendorong para analis untuk menunda ekspektasi penurunan suku bunga mereka. Para ekonom Goldman Sachs membatalkan proyeksi mereka terhadap penurunan suku bunga The Fed pada bulan Juni berdasarkan “jalur inflasi yang lebih tinggi.” Mereka memprediksi penurunan suku bunga pada bulan September dan Desember, dibandingkan dengan bulan Juni dan September sebelumnya.
sumber : fxstreet
