Harga Emas Stabil, Pelaku Pasar Amati Situasi Geopolitik Timur Tengah
Harga Emas (XAUUSD) stabil di sekitar $5.000 saat berita ini ditulis Pukul 13.30 WIB pada hari Senin. Namun, logam mulia ini menghadapi tekanan jual karena ketidakpastian seputar pengumuman kebijakan moneter oleh bank-bank sentral utama minggu ini mendominasi konflik geopolitik yang intens di Timur Tengah. Para pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan seputar perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, sebuah skenario yang biasanya meningkatkan permintaan aset-aset safe-haven.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa mereka memprakirakan konflik di Iran akan berakhir dalam beberapa minggu atau “lebih cepat.” Sementara itu, militer Israel mencatat bahwa mereka merencanakan kampanye mereka untuk terus berlanjut setidaknya selama tiga minggu ke depan.
Selama akhir pekan, pasukan AS menargetkan setiap lokasi militer di Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak Iran yang kritis. Iran telah mengancam akan membalas terhadap fasilitas-fasilitas minyak yang terkait dengan AS di wilayah tersebut.
Meskipun perang umumnya diprakirakan akan mendorong harga Emas, ketegangan yang meningkat saat ini telah menyebabkan kenaikan biaya minyak. Hal ini, pada gilirannya, telah memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan membuat pasar percaya bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menunda pemotongan suku bunga, yang negatif bagi aset-aset yang tidak berimbal hasil, seperti Emas.
Selain The Fed, Reserve Bank of Australia (RBA), Bank of Japan (BoJ), Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), dan Bank of England (BoE) dijadwalkan untuk mengumumkan keputusan kebijakan moneter mereka minggu ini. Semua bank sentral diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di level-level saat ini, kecuali RBA, yang diprakirakan akan menaikkannya lagi.
sumber : fxstreet
