Harga Emas Pertahankan Bias Negatif, Imbas Dolar AS yang Menguat

Emas (XAUUSD) mempertahankan bias negatifnya pada hari Kamis, meskipun tidak ada aksi jual lanjutan dan tetap di atas swing low harian. Harga Emas diperdagangkan di $5.165,47 per ons saat berita ini ditulis Pukul 13.45 WIB. Kenaikan harga Minyak Mentah yang baru mengancam prospek inflasi dan menutupi tanda-tanda pertumbuhan harga yang moderat di AS, meredupkan harapan untuk pemangkasan suku bunga jangka pendek oleh Federal Reserve AS (The Fed). Hal ini membantu Dolar AS (USD) untuk melanjutkan tren naiknya selama tiga hari dan memberikan tekanan pada logam kuning yang tidak berimbal hasil.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada hari Rabu bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) umum naik 0,2% di bulan Februari dan tingkat tahunan tetap stabil di 3,1%. Namun, para investor tetap khawatir terhadap lonjakan inflasi di tengah eskalasi lebih lanjut konflik militer antara Israel, pasukan AS, dan Iran. Faktanya, Korps Pengawal Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengatakan bahwa mereka meluncurkan operasi bersama dengan Hezbollah Lebanon terhadap target-target di Israel, Yordania, dan Arab Saudi. Selain itu, laporan bahwa dua tanker minyak diserang di Teluk Persia utara dekat Irak dan Kuwait menambah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah, memicu kenaikan lebih dari 6% dalam harga Minyak Mentah.

Direktur International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva, memperingatkan pada hari Senin bahwa kenaikan berkelanjutan 10% dalam harga Minyak selama setahun akan mendorong inflasi global sebesar 40 basis poin (bp). Ini mungkin memaksa The Fed AS untuk menunda pemotongan suku bunga, yang mengarah pada kenaikan lebih lanjut dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS. Hal ini, pada gilirannya, terus mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi, yang tetap mendukung sentimen penawaran beli di sekitar USD dan terlihat mendorong arus menjauh dari Emas. Namun, meningkatnya ketegangan geopolitik menawarkan beberapa dukungan bagi XAUUSD yang merupakan safe-haven, yang memerlukan kewaspadaan para trader bearish agresif sebelum mengantisipasi pelemahan lebih lanjut.

Para trader kini menantikan rilis Klaim Tunjangan Pengangguran Awal Mingguan AS yang seperti biasa, yang dijadwalkan akan dirilis nanti hari ini, untuk memberikan dorongan menjelang Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) AS pada hari Jumat. Namun, fokus akan tetap pada perkembangan seputar perang AS-Israel-Iran dan dinamika harga Minyak, yang akan mempengaruhi prospek kebijakan bank sentral. Selain itu, sentimen risiko yang lebih luas diprakirakan dapat memberikan kontribusi terhadap volatilitas di sekitar harga Emas.


sumber : fxstreet