Harga Minyak Turun, saat IEA Rencanakan Rekor Rilis Cadangan Minyak

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun dari hari sebelumnya, diperdagangkan di $84,38 per barel saat berita ini ditulis Puul 13.10 WIB pada hari Rabu. Harga minyak turun setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa International Energy Agency (IEA) mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah untuk menstabilkan pasar. Penarikan yang diusulkan akan melampaui 182 juta barel yang dirilis pada tahun 2022 setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Namun, penurunan harga minyak mungkin tetap terbatas karena meningkatnya ketidakpastian seputar konflik Iran dan gangguan pengiriman yang melewati Selat Hormuz yang krusial. Sementara itu, Komando Pusat AS melaporkan bahwa militer AS telah “mengeliminasi” 16 kapal penyebar ranjau Iran dekat Selat Hormuz pada hari Selasa. Tindakan ini menyusul peringatan dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bahwa ranjau yang ditempatkan di Selat oleh Iran harus segera disingkirkan.

Angkatan Pertahanan Israel melaporkan meluncurkan gelombang serangan baru ke Iran setelah ledakan terdengar di Teheran. Israel juga menembakkan tambahan rudal ke arah Lebanon, di mana militernya mengatakan sedang menargetkan infrastruktur yang terkait dengan Hezbollah yang didukung Iran di selatan Beirut.

Presiden Trump mengatakan pada Senin malam bahwa konflik dapat segera berakhir. Namun, para pejabat AS menunjukkan pada hari Selasa bahwa operasi militer semakin intensif, dengan prospek terbatas untuk negosiasi diplomatik, lapor Reuters.

Produsen-produsen utama Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, dan Irak, secara kolektif telah mengurangi produksi lebih dari 6 juta barel per hari (bph) saat Selat Hormuz tetap efektif ditutup. Selain itu, kilang minyak terbesar di UEA menghentikan operasinya setelah terkena serangan pesawat tak berawak.


sumber : fxstreet