Harga Emas Naik Tajam, Didorong Pelemahan Dolar AS dan Meredanya Kekhawatiran Inflasi

Harga emas dunia naik tajam pada perdagangan Selasa (11/3/2026). Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak terkoreksi di tengah sinyal bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi mereda.

Harga emas spot naik 1,09% dan ditutup di US$ 5.192,6 per ons.

Dikutip dari CNBC internasional, pelemahan indeks dolar turut menopang harga emas. Dolar yang lebih lemah membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga mendorong permintaan.

Di sisi lain, harga minyak jatuh pada Selasa setelah sebelumnya sempat melonjak ke level tertinggi lebih dari tiga tahun pada sesi sebelumnya. Penurunan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan perang di Timur Tengah berpotensi segera berakhir. Pernyataan ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak yang berkepanjangan.

Namun di lapangan, konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Warga Teheran yang dihubungi Reuters melaporkan bahwa pemboman oleh pasukan AS dan Israel terhadap ibu kota Iran semalam menjadi yang paling intens sejak konflik tersebut pecah.

Kepala strategi komoditas global di TD Securities Bart Melek mengatakan, penurunan harga minyak dari puncaknya di atas US$ 100 per barel membuat kekhawatiran inflasi sedikit mereda.

Menurut dia, harga minyak yang masih relatif tinggi tetap mendukung emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi tidak lagi cukup tinggi untuk menghambat langkah bank sentral AS dalam memangkas suku bunga. “Investor mulai merasa lebih nyaman bahwa perdagangan berbasis pelemahan nilai mata uang kembali mendapatkan momentum,” ujar Melek.

Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, daya tariknya bisa berkurang ketika suku bunga meningkat karena emas tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi AS, yakni indeks harga konsumen (CPI) serta data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dijadwalkan keluar pada pekan ini.

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan 17–18 Maret 2026 mendatang.

Sementara itu, perdagangan emas di Dubai tercatat berada pada harga diskon dibandingkan London. Kondisi ini terjadi karena pembatasan penerbangan akibat konflik membuat lebih banyak emas tertahan di pasar lokal, sementara permintaan masih relatif lemah.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 1,55% dan ditutup di US$ 88,31 per ons.


sumber : investor.id