Indeks Dolar AS Naik, di Tengah Risiko Geopolitik Berkepanjangan di Timur Tengah

Indeks Dolar AS (DXY), sebuah indeks yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap sekeranjang enam mata uang dunia, saat ini diperdagangkan di 99,07 saat berita ini ditulis Pukul 13.30 WIB pada hari Kamis. DXY bergerak lebih tinggi di tengah ketidakpastian dan risiko geopolitik yang terus-menerus di Timur Tengah.

Israel menyatakan bahwa mereka meluncurkan serangan baru di seluruh Iran serta terhadap apa yang mereka sebut sebagai infrastruktur Hezbollah di Beirut. Sementara itu, pemerintah Iran membantah laporan bahwa mereka telah mengirim pesan kepada AS di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Teheran menyatakan bahwa angkatan bersenjata telah bersiap untuk perang jangka panjang alih-alih bernegosiasi. Kekhawatiran akan perang berkepanjangan dapat mendorong para pedagang menuju mata uang safe-haven seperti Dolar AS dalam waktu dekat.

Aktivitas ekonomi di sektor jasa AS mengumpulkan momentum di bulan Februari, dengan PMI Jasa SM naik ke 56,1 dari 53,8 di bulan Januari. Angka ini lebih kuat dari ekspektasi pasar sebesar 53,5. Data ekonomi yang tangguh ini mungkin berkontribusi pada penguatan DXY.

Pasar secara luas memprakirakan Federal Reserve AS (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga musim panas, meskipun Presiden AS Donald Trump telah mendorong untuk penurunan suku bunga.


sumber : fxstreet