Harga Emas Ngebut Lagi, Dipicu Meningkatnya Ekskalasi Konflik di Timur Tengah

Harga emas ngebut lagi pada perdagangan Rabu (4/3/2026), setelah sempat turun tajam sehari sebelumnya. Kenaikan ini dipicu meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong permintaan aset safe haven.

Dikutip dari Reuters, penguatan harga emas juga ditopang jeda penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Harga emas spot melonjak 1,04% dan ditutup di level US$ 5.141,06 per ons. Sehari sebelumnya, harga emas sempat anjlok lebih dari 4%.

Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals Peter Grant mengatakan, pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor yang menopang harga emas.

“Dolar mengalami koreksi, sehingga memberikan dukungan bagi harga emas. Secara keseluruhan, faktor fundamental makro masih cukup mendukung. Selama perang dengan Iran masih berlangsung, kondisi tersebut akan tetap menjadi katalis positif bagi harga emas,” ujarnya.

Grant menambahkan, volatilitas pasar masih berpotensi berlanjut. Namun, ia tetap optimistis harga emas akan mencetak rekor tertinggi baru dalam waktu mendatang.

Dolar AS tercatat melemah setelah melonjak tajam pada perdagangan Selasa. Melemahnya dolar membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan daya tariknya.

Eskalasi konflik antara AS dan Iran juga semakin meluas. Ketegangan meningkat setelah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 80 orang. Selain itu, sistem pertahanan udara NATO menghancurkan rudal balistik Iran yang ditembakkan ke arah Turki.

Sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset), emas cenderung diminati saat ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi meningkat, terutama dalam lingkungan suku bunga rendah.

Dari sisi data ekonomi, laporan ketenagakerjaan nasional versi ADP menunjukkan jumlah tenaga kerja swasta AS meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Februari. Namun, data bulan sebelumnya direvisi turun signifikan.

Pelaku pasar kini menantikan rilis laporan ketenagakerjaan resmi pemerintah AS pada Jumat mendatang. Berdasarkan jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom, nonfarm payrolls diperkirakan bertambah 58.000 pekerjaan pada Februari, setelah melonjak 130.000 pada Januari.

Tak hanya emas, harga logam mulia lainnya juga menguat. Perak spot naik 1,79% dan ditutup di US$ 83,49 per ons, setelah sebelumnya merosot lebih dari 8%.


sumber : investor.id